
Pantau - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen memperluas pemetaan kemahiran berbahasa Indonesia melalui pemanfaatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) guna mendukung penyusunan kebijakan kebahasaan dan pendidikan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan inklusif.
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyatakan pihaknya terus memperluas cakupan pemanfaatan UKBI agar layanan kebahasaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
UKBI Adaptif Disabilitas Rungu Dikembangkan
Salah satu langkah yang dilakukan Kemendikdasmen adalah mengembangkan UKBI Adaptif Disabilitas Rungu yang dirancang untuk memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas rungu dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia.
Pengembangan layanan UKBI Adaptif Disabilitas Rungu telah dimulai sejak 2024.
Uji coba nasional layanan tersebut dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan melibatkan 222 peserta penyandang disabilitas rungu dari berbagai daerah di Indonesia.
Materi ujian disesuaikan dengan pengalaman berbahasa peserta yang lebih banyak mengandalkan informasi visual dan tulisan.
Penyesuaian materi dilakukan tanpa mengurangi kualitas dan mutu pengukuran kemahiran berbahasa.
Hafidz Muksin menegaskan, "Kemendikdasmen berkomitmen menjembatani hak atas pendidikan dan kebahasaan yang inklusif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang memuat hak berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi."
Hasil Pemetaan dan Pengembangan Layanan
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan, Moch. Abduh, menyampaikan bahwa layanan tersebut akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Moch. Abduh mengatakan, "Kami akan terus menyiapkan berbagai bentuk adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi."
Melalui pemetaan kemahiran berbahasa yang lebih luas dan inklusif, hasil UKBI diharapkan menjadi dasar pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia serta mendukung peningkatan literasi masyarakat.
Data UKBI juga akan digunakan sebagai fondasi penyusunan kebijakan kebahasaan dan pendidikan yang berbasis data serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Hasil pemetaan tahun 2025 menunjukkan Angka Kemahiran Berbahasa Indonesia secara nasional berada pada skor 64,23.
Sepanjang 2025, UKBI Adaptif diikuti oleh 321.383 peserta yang berasal dari 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota di Indonesia.
Partisipasi UKBI Adaptif juga melibatkan 243 warga negara asing yang berasal dari 51 negara.
- Penulis :
- Shila Glorya





