
Pantau - Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) menyampaikan sebanyak 307 siswa berprestasi dinyatakan lolos seleksi sebagai peserta didik angkatan pertama SMA Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026–2027 yang akan mulai menjalani kegiatan belajar mengajar pada 20 Juli 2026.
Keterangan tersebut disampaikan Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
"Khusus untuk Sekolah Unggul Garuda Bulungan, peserta didik akan menjalani satu semester pertama di Sekolah Unggul Konawe Selatan sambil menunggu penyelesaian pembangunan di lokasi definitif," jelas Kurnia.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, mobilisasi peserta didik menuju lokasi sekolah akan dilakukan pada 16–19 Juli 2026.
Pemerintah saat ini membangun empat SMA Unggul Garuda Baru yang berlokasi di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
"Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026-2027," ungkap Kurnia.
Pengembangan SMA Unggul Garuda Transformasi
Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga menjalankan program SMA Unggul Garuda Transformasi yang telah dimulai sejak 2025.
Pada tahap awal, program tersebut melibatkan 12 sekolah pionir dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Papua Barat Daya.
Pada 2026, pemerintah menambah 30 sekolah ke dalam program tersebut sehingga total sekolah yang tergabung kini mencapai 42 sekolah.
Pemerintah menargetkan jumlah SMA Unggul Garuda Transformasi terus bertambah hingga mencapai 80 sekolah di seluruh Indonesia pada 2029.
SMA Unggul Garuda Baru merupakan sekolah yang dibangun dan dikelola langsung oleh pemerintah di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan unggulan.
Sementara itu, SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan sekolah yang telah ada dan kemudian dibina untuk menerapkan standar pendidikan unggulan melalui pendampingan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.
Peningkatan Penerimaan di Universitas Terbaik Dunia
Program SMA Unggul Garuda Transformasi bertujuan mempersiapkan peserta didik agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik melalui berbagai program pengayaan.
Program tersebut mencakup penguatan pembelajaran bidang STEM yang meliputi sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Siswa juga mendapatkan pendampingan riset kolaboratif, pelatihan penulisan surat rekomendasi, serta fasilitasi pendaftaran ke universitas-universitas terbaik dunia.
Menurut data Kemendiktisaintek, jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dunia pada 2025 mencapai 132 orang.
Setelah satu tahun pembinaan melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi, jumlah tersebut meningkat menjadi 330 siswa pada 2026 atau naik sekitar 150 persen.
Kurnia mengatakan, "Keduanya adalah investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap memimpin bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik."
Pemerintah menilai pembangunan SMA Unggul Garuda Baru dan pengembangan SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan strategi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing global dan siap menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.
- Penulis :
- Arian Mesa





