HOME  ⁄  Nasional

Pertamina Sumbagut Kirim Surat Pembinaan kepada Puluhan SPBU di Sumbar karena Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertamina Sumbagut Kirim Surat Pembinaan kepada Puluhan SPBU di Sumbar karena Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Foto: Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fakhri Rizal Hasibuan saat diwawancarai di Kota Padang, Sumatera Barat (sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pantau - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengirimkan surat pembinaan atau sanksi tertulis kepada sekitar 23 hingga 25 SPBU yang tersebar di Sumatera Barat sepanjang 2026 karena diduga melakukan penyimpangan dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Informasi tersebut disampaikan oleh Fakhri Rizal Hasibuan di Kota Padang pada Rabu (24/6/2026).

"Sepanjang 2026 Pertamina Sumbagut sudah mengirimkan surat pembinaan kepada 23 hingga 25 SPBU yang tersebar di Sumbar," ungkap Fakhri.

Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Pertamina menyebut pelanggaran yang ditemukan umumnya berkaitan dengan penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya.

Salah satu pola yang terindikasi sebagai pelanggaran adalah kendaraan yang sama melakukan pengisian BBM bersubsidi secara berulang namun tetap dilayani oleh operator SPBU.

Pola transaksi tersebut dinilai tidak wajar dan berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan BBM subsidi.

"Jadi, transaksi itu terindikasi adanya penyalahgunaan," ujar Fakhri.

Fakhri menegaskan surat pembinaan merupakan bentuk tindakan tegas Pertamina terhadap pengelola atau pemilik SPBU yang diduga melanggar aturan distribusi BBM bersubsidi.

Selain memberikan teguran tertulis, Pertamina juga meminta pemilik SPBU melakukan pembinaan internal kepada para pekerja.

Pembinaan tersebut difokuskan kepada operator SPBU yang berinteraksi langsung dengan konsumen guna mencegah terjadinya kecurangan dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Digitalisasi dan CCTV Perkuat Pengawasan

Pertamina terus mengoptimalkan sistem digitalisasi untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Sistem yang digunakan antara lain melalui QR Code dan barcode yang telah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut Pertamina, digitalisasi menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Untuk memperkuat pengawasan, seluruh kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di SPBU kini telah terhubung secara daring dengan sistem Pertamina.

Integrasi CCTV tersebut memungkinkan perusahaan melakukan pemantauan secara lebih efektif terhadap aktivitas penyaluran BBM di lapangan.

Pertamina juga secara berkala melakukan analisis terhadap transaksi yang dianggap tidak normal atau mencurigakan.

Apabila ditemukan transaksi yang terindikasi anomali, perusahaan akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui rekaman CCTV untuk memverifikasi dugaan pelanggaran.

"Jadi secara periodik kami juga menganalisa transaksi-transaksi yang terindikasi anomali untuk dicek langsung ke CCTV. Jadi sistemnya pembuktian terbalik," ungkapnya.

Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran serta meminimalkan potensi penyalahgunaan di tingkat SPBU.

Penulis :
Leon Weldrick