
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
Lahan Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, mengatakan pihaknya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas pemanfaatan potensi lahan sekolah dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Jakarta Timur.
Ia mengungkapkan, "Saya sudah menggelar diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) membahas bagaimana memanfaatkan potensi lahan yang ada di sekolah menjadi ketahanan pangan di Jakarta Timur."
Menurut Taufik, sekolah memiliki potensi besar karena lahannya relatif terjamin dan dimiliki langsung oleh institusi pendidikan.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menumbuhkan budaya bercocok tanam di kalangan peserta didik.
Taufik mengatakan, "Kami berharap masyarakat dan siswa bisa menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan memanfaatkan lahan dan menanam pangan ke rumah masing-masing. Dengan begitu, percepatan program ketahanan pangan akan lebih terasa manfaatnya."
Kolaborasi Lintas Sektor Didorong
Taufik menyebutkan jumlah sekolah di Jakarta yang mencapai lebih dari seribu dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung program ketahanan pangan apabila sebagian lahannya dimanfaatkan secara optimal.
Ia mengungkapkan, "Apabila sekitar 30 persen saja dari total sekolah tersebut mampu memanfaatkan lahannya secara optimal untuk kegiatan pertanian, maka itu sangat membantu. Itu yang harus kita terus dorong."
Ia juga menekankan peran guru sebagai kunci keberhasilan program karena pemahaman dan komitmen tenaga pendidik dapat diteruskan kepada para siswa.
Menurut Taufik, "Kalau gurunya optimal, paham, bisa diteruskan kepada siswa. Kuncinya konsisten dan usaha dalam menjalankan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang."
FGD tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari unsur akademisi, dunia usaha, media massa, Unit Kerja Perangkat Daerah, Suku Dinas Pendidikan, Sudin KPKP, Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan kementerian, sekolah, dan pondok pesantren.
Melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, Pemkot Jakarta Timur berharap pemanfaatan lahan sekolah dapat berkembang lebih luas sebagai salah satu solusi memperkuat ketahanan pangan di kawasan perkotaan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





