
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) bertujuan mendukung terwujudnya swasembada energi sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Dukungan terhadap Swasembada Energi
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan proyek tersebut merupakan kontribusi nyata dalam mendukung target swasembada energi nasional.
Ia mengungkapkan, "Proyek ini merupakan kontribusi yang nyata untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada energi. Bahkan kemarin beliau berpidato bahwa ingin berswasembada energi dalam 4-5 tahun ke depan dengan tentunya memanfaatkan sumber daya yang berasal dari domestik."
Eniya mengatakan pembangunan PLTP Dieng telah lama dinantikan dan menjadi langkah nyata pengembang Indonesia dalam mengembangkan energi panas bumi sebagai salah satu fondasi ketahanan energi nasional.
Menurutnya, pembangunan PLTP Dieng sangat penting karena Pulau Jawa membutuhkan pasokan listrik beban dasar (base load) dalam jumlah besar.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan PLTP Dieng Unit 2 yang memiliki kapasitas sebesar 55 MW.
Eniya menilai Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat melimpah dan merupakan salah satu yang terbesar di dunia, namun pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.
Kementerian ESDM terus mendorong seluruh perusahaan pengembang untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi panas bumi agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia mengatakan, "Tentunya PLTP itu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan."
Target Operasi pada 2028
Kementerian ESDM berharap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar kawasan Dieng dapat memanfaatkan peluang tersebut serta memperkuat kolaborasi dalam pembangunan PLTP Dieng Unit 2.
Eniya menegaskan, "Ini merupakan investasi yang strategis kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan dan saling bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia swasembada energi di masa depan."
Ia menegaskan Kementerian ESDM terus memastikan hadirnya kebijakan yang adaptif, tata kelola yang baik, serta kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan pembangkit listrik panas bumi.
Menurutnya, pengembangan PLTP harus tetap menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya.
Kementerian ESDM juga berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar berbagai proyek strategis dapat berjalan lebih cepat dan terealisasi dengan baik.
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis menyampaikan peletakan batu pertama PLTP Dieng Unit 2 menjadi simbol optimisme Indonesia menuju masa depan energi yang lebih mandiri, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan.
Ia mengatakan PLTP Dieng Unit 2 merupakan bagian dari upaya bersama untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya panas bumi Indonesia menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Yudistian mengungkapkan, “Dengan kapasitas 55 MW tersebut, target operasi pada tahun 2028, proyek ini akan menambah pasokan listrik bersih yang andal sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.”
- Penulis :
- Shila Glorya





