
Pantau - Direktur Eksekutif Kata Rakyat Alwan Ola Riantobi menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap demokratis dan tidak antikritik dengan membuka ruang dialog serta menerima aspirasi mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi.
Dialog dengan Mahasiswa Dinilai Bukti Demokrasi
Alwan mengatakan keterbukaan pemerintah menerima demonstran menjadi indikator bahwa kritik dari masyarakat tetap mendapat ruang dalam sistem demokrasi.
Ia mengungkapkan, "Demonstrasi itu bagus untuk negara demokrasi. Hal yang perlu diapresiasi kepada pemerintah adalah mau menerima dan membuka dialog dengan demonstran. Hal itu menunjukkan pemerintahan Pak Prabowo demokratis dan tidak antikritik."
Menurutnya, sikap terbuka pemerintah juga terlihat saat menerima masukan dari ahli ekonomi dan masyarakat dalam merespons pelemahan rupiah serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Alwan menjelaskan pemerintah kemudian menyesuaikan kebijakan fiskal dan moneter berdasarkan faktor penyebab kondisi ekonomi tersebut.
Evaluasi Program MBG Dinilai Bentuk Respons Pemerintah
Alwan menilai evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan pemerintah bersedia melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan program prioritas.
Ia mengatakan, "Sedangkan MBG merupakan bentuk komitmen Pak Prabowo dalam menepati janji politik kampanyenya bahwa ada kekurangan dalam implementasi MBG, pemerintah langsung melalukan mitigasi dan ruang perbaikan ke depan."
Ia menambahkan pelemahan rupiah dan penurunan IHSG dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, perang, kenaikan suku bunga dunia, ketidakpastian politik, hingga perlambatan ekonomi domestik.
Alwan juga berharap eskalasi aksi mahasiswa dapat menurun apabila pemerintah terus menunjukkan komitmen memperbaiki kondisi ekonomi dan membuka ruang dialog.
Ia mengungkapkan, "Memang eskalasi demonstrasi mahasiswa juga perlu didalami, apakah tuntutannya memang berdasarkan hasil kajian dan riset yang mendalam. Kita berharap tidak ada oknum yang menunggangi aksi mahasiswa yang ingin menggembosi pemerintah. Maka, jika pemerintah sudah berkomitmen memperbaiki dan membuka ruang dialog semestinya eskalasi massa aksi harus berkurang dan dihentikan."
- Penulis :
- Aditya Yohan





