
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengajak perguruan tinggi menjadi fondasi utama dalam menghadapi pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dengan mengedepankan pendekatan ilmiah dan pembangunan yang berkelanjutan.
Perguruan Tinggi Diminta Tetap Relevan di Era AI
Stella mengatakan AI kini banyak dimanfaatkan sebagai solusi di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, sains, bisnis, hingga pendidikan, namun penggunaannya harus dilakukan secara bijaksana.
Ia mengungkapkan, "Saat ini, AI (Artificial Intelligence) kerap diposisikan sebagai solusi atas berbagai persoalan, mulai dari kesehatan, sains, bisnis, hingga pendidikan. Namun, pemanfaatannya perlu disikapi secara bijaksana dan berbasis pertimbangan ilmiah, agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat."
Menurut Stella, perguruan tinggi, sains, dan teknologi merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing bangsa.
Ia menilai perkembangan AI mendorong perguruan tinggi untuk menemukan model dan cara kerja baru agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Stella juga menegaskan perguruan tinggi tidak dapat mengabaikan kehadiran AI, namun tidak boleh membatasi seluruh perannya hanya pada teknologi tersebut.
Tekankan Pentingnya Proses Ilmiah
Stella menjelaskan perguruan tinggi memiliki tiga fungsi utama, yakni menciptakan pengetahuan, mentransmisikan pengetahuan melalui pendidikan, dan mengelola pengetahuan agar memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai pelaksanaan tri darma perguruan tinggi.
Ia juga menyoroti pentingnya mendefinisikan kembali tujuan pendidikan tinggi di era AI.
Menurut Stella, kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi tidak mengurangi peran universitas dalam membentuk kapasitas intelektual dan cara berpikir ilmiah.
Ia mengungkapkan, "Banyak hal yang saya pelajari bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi bagaimana melakukan sains, bukan hanya apa yang diketahui, tetapi bagaimana melakukannya."
- Penulis :
- Aditya Yohan





