
Pantau - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan anak-anak Indonesia menjadi cerdas, sehat, dan mampu bersaing pada 2045 melalui berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pelindungan anak di ruang digital, perbaikan sekolah, Sekolah Rakyat, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagaimana disampaikan dalam acara Survei Nasional Puspoll Indonesia Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi di Jakarta Pusat, Sabtu.
Target Indonesia Emas 2045
Hariqo mengungkapkan, “Pak Prabowo ingin sederhana saja. Jadi, Presiden Prabowo ingin di tahun 2045, artinya 19 tahun lagi, anak Indonesia cerdas, sehat, dan bisa bersaing.”
Menurut Hariqo, target tersebut menjadi landasan berbagai kebijakan dan program pemerintah yang sedang dijalankan maupun telah dilaksanakan.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan akses media sosial bagi anak berusia di bawah 16 tahun melalui PP Tunas atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.
Hariqo mengungkapkan, “Karena ini menyelamatkan 71 juta orang anak Indonesia dari kecanduan ponsel, kerusakan punggung, obesitas, pornografi, kemudian penculikan. Ini pertama kali dalam sejarah, belum pernah terjadi.”
Pemerintah juga menjalankan program perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan di berbagai daerah.
Hariqo mengungkapkan, “Di tahun 2025 itu, pemerintah berhasil memperbaiki 16.167 sekolah, dan sekarang Kemendikdasmen akan memperbaiki 11.000 sekolah di tahun 2026. Tapi Presiden enggak mau, ditambah lagi menjadi 71.744 sekolah yang akan diperbaiki di tahun 2026.”
Di sektor pendidikan, pemerintah turut menjalankan program Sekolah Rakyat yang disebut diberikan secara 100 persen gratis.
Hariqo mengungkapkan, “Masuknya gratis, pakaiannya gratis, sepatunya gratis, cek kesehatannya gratis, makannya gratis, tempat tidurnya gratis. Kemudian, dikasih laptop setiap anak itu, gratis.”
Hasil Survei MBG dan Evaluasi Program
Hariqo menyampaikan hasil survei Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan adanya dampak positif dari pelaksanaan program MBG.
Hariqo mengungkapkan, “Bappenas di surveinya menyebutkan, sebelum MBG, persen anak-anak itu lapar, sekarang sudah turun menjadi 16 persen. Kemudian, anak-anak yang kenyang sebelum MBG itu 43 persen, sekarang naik menjadi 84 persen. Kemudian, konsumsi buah naik menjadi 26 ke 84 persen.”
Berdasarkan paparan tersebut, persentase anak yang lapar turun menjadi 16 persen, persentase anak yang kenyang meningkat dari 43 persen menjadi 84 persen, dan konsumsi buah naik dari 26 persen menjadi 84 persen setelah pelaksanaan MBG.
Hariqo mengakui program MBG masih menghadapi sejumlah polemik, namun menurutnya kondisi tersebut merupakan bagian dari proses penyempurnaan tata kelola.
Ia menjelaskan anggaran dapur MBG yang sebelumnya disamaratakan sebesar Rp6 juta kini disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing dapur setelah dilakukan evaluasi.
Hariqo mengungkapkan, “Dulu setiap dapur Rp6 juta, sekarang dievaluasi, tidak harus semua dapur 6 juta, tergantung jumlah penerima manfaatnya. Pasti banyak yang enggak senang. Buktinya ada beberapa mitra kemarin yang komplain, dengan pemberhentian MBG sementara. Tapi inilah konsekuensi dari perbaikan dan perbaikan itu harus dijalankan.”
- Penulis :
- Shila Glorya





