
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan menjadi motor hilirisasi komoditas pertanian nasional guna memperkuat industri pangan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam keterangan di Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026, setelah memimpin Rapat Koordinasi Finalisasi Rancangan Instruksi Presiden tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis serta Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penugasan Khusus kepada BUMN Pangan di Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026.
Percepatan Hilirisasi dan Transformasi BUMN Pangan
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan tengah membangun fondasi baru untuk memperkuat sektor pangan nasional melalui percepatan hilirisasi komoditas pertanian strategis yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat peran BUMN pangan sebagai penggerak ekosistem pangan nasional.
Pemerintah juga menargetkan terciptanya sistem pangan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui pematangan rancangan regulasi baru yang diproyeksikan memperjelas pembagian peran masing-masing BUMN dalam membangun ekosistem pangan nasional yang terintegrasi.
Regulasi tersebut juga diharapkan menjadi landasan percepatan transformasi BUMN pangan yang mencakup penguatan tata kelola perusahaan, restrukturisasi perusahaan, optimalisasi pemanfaatan aset, dukungan pembiayaan, serta mekanisme penugasan yang lebih terintegrasi untuk mendukung program strategis pemerintah.
Amran mengatakan, "Intinya bagaimana restrukturisasi benar-benar tertata. Kita selesaikan persoalan yang ada sehingga BUMN pangan semakin kuat dan mampu menjadi tulang punggung pembangunan sektor pangan nasional."
Amran menegaskan keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen seluruh BUMN pangan dalam menyelesaikan berbagai hambatan yang selama ini mengurangi efektivitas pelaksanaan program.
Ia mengungkapkan, "Jangan nanti ada lagi hambatan. Semua persoalan strategis harus segera diselesaikan agar program dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."
Pemerintah Minta Target Program Realistis dan Terukur
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah membahas penyelesaian restrukturisasi aset, penguatan struktur pembiayaan, penyempurnaan mekanisme penugasan kepada BUMN pangan, serta sinkronisasi program hilirisasi komoditas pertanian agar berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Menurut Amran, Kementan telah memberikan berbagai dukungan kebijakan untuk memperkuat BUMN pangan sehingga seluruh perusahaan diminta memanfaatkan momentum tersebut dengan mempercepat pembenahan internal dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Setiap BUMN pangan juga diminta menyusun target pelaksanaan program yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pencapaian kinerja yang jelas.
Amran mengatakan, "Jangan membuat rencana yang tidak masuk akal. Semua harus dihitung secara realistis, memiliki target yang jelas, dan bisa dieksekusi."
Amran menekankan transformasi BUMN pangan tidak boleh berhenti pada penyelesaian persoalan administratif, melainkan harus menghasilkan sistem yang mampu menopang pembangunan sektor pangan dalam jangka panjang.
Ia mengungkapkan, "Saya ingin sistem ini sudah terbangun dengan baik sebelum saya berhenti menjadi menteri. Yang kita bangun bukan hanya program, tetapi sistem yang membuat BUMN pangan semakin kuat, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian nasional."
Seluruh pimpinan BUMN pangan diminta mempercepat realisasi program prioritas sesuai target yang telah disepakati dengan pelaksanaan yang disiplin, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Melalui Rancangan Instruksi Presiden tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis dan SKB tentang Penugasan Khusus kepada BUMN Pangan, pemerintah menargetkan percepatan hilirisasi komoditas pertanian, penguatan industri pangan nasional, peningkatan kesejahteraan petani, serta terbentuknya ekosistem pangan nasional yang lebih kuat.
Amran mengatakan, “Yang mana BUMN pangan menjadi motor penggerak hilirisasi, meningkatkan daya saing produk pertanian nasional, memperluas nilai tambah di dalam negeri, serta memperbesar manfaat ekonomi yang diterima petani Indonesia.”
- Penulis :
- Arian Mesa





