
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar melepas sekitar 175 lulusan SMA, MA, dan SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon yang akan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di China, Tunisia, Rusia, Timur Tengah, serta Indonesia.
Cak Imin Tekankan Tiga Bekal Utama bagi Santri
Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengingatkan para lulusan bahwa santri harus memiliki kemampuan, integritas, dan berpegang pada ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan masa depan.
"Santri harus memenuhi tiga syarat. Pertama, memiliki skill atau kemampuan. Kedua, memiliki integritas. Ketiga, taat asas terhadap ilmu pengetahuan," ungkapnya.
Ia juga menyoroti momentum bonus demografi yang dinilai akan menentukan arah pembangunan Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
"Kalau sekarang kalian lulus, berarti pada 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA pada 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian," ujarnya.
Cak Imin menyatakan optimistis lulusan pesantren dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Lulusan Pesantren Lanjut Kuliah ke Dalam dan Luar Negeri
Pengasuh Pesantren BIMA Imam Jazuli menjelaskan para lulusan akan melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara, seperti China, Tunisia, Rusia, dan beberapa negara di Timur Tengah.
Selain itu, sebanyak 99 santri diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan mayoritas memilih program studi umum sesuai kebutuhan strategis bangsa.
"Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, melainkan juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara," tuturnya.
Ia menegaskan pesantren perlu terus bertransformasi agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga memiliki kompetensi untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





