
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Batam, Kepulauan Riau, berjalan lebih transparan melalui sosialisasi yang masif, pelatihan verifikator, pembentukan posko layanan, serta sistem verifikasi dokumen yang terkoordinasi.
Kemendikdasmen Soroti Transparansi dan Pemerataan Akses Pendidikan
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kemendikdasmen Provinsi Kepulauan Riau Warsita mengatakan tantangan terbesar pelaksanaan SPMB di Batam masih berkaitan dengan tingginya mobilitas penduduk dan persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit.
“Jalur domisili masih menjadi tantangan terbesar karena perpindahan penduduk ke Kota Batam cukup tinggi. Selain itu masih terdapat stigma mengenai sekolah favorit, sehingga terjadi penumpukan pendaftar pada sekolah tertentu. Padahal seluruh satuan pendidikan terus didorong untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan program beasiswa bagi murid yang belum tertampung di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Warsita menegaskan seluruh proses penerimaan murid dilakukan melalui sistem daring yang diawasi bersama Inspektorat Daerah.
“Indikator keberhasilan SPMB bukan sekadar selesainya proses penerimaan, tetapi memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh haknya untuk bersekolah melalui sistem yang objektif, transparan, akuntabel, dan bebas intervensi. Seluruh daya tampung sekolah juga diumumkan secara terbuka sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi prosesnya,” ujarnya.
Posko Layanan Disiapkan untuk Dampingi Masyarakat
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini disiapkan berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya dengan memperkuat layanan pendampingan serta pengelolaan pengaduan masyarakat.
“Harapan kami, pelaksanaan SPMB dapat berjalan dengan mudah diakses masyarakat, minim pengaduan, serta mampu mewujudkan proses penerimaan murid baru yang transparan dan berkeadilan,” tuturnya.
Sementara itu, Pengawas Sekolah Kepulauan Riau Sisrayanti menjelaskan berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari melalui sosialisasi petunjuk teknis, pelatihan penggunaan aplikasi bagi calon murid dan verifikator, hingga simulasi pendaftaran.
“Di Kepri terdapat 13 posko layanan SPMB, lima diantaranya berada di Kota Batam. Posko tersebut menjadi pusat layanan informasi, pendampingan pendaftaran, serta membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kendala selama proses penerimaan murid baru berlangsung,” katanya.
Selain melalui layanan daring, masyarakat juga dapat memperoleh pendampingan langsung di sekolah maupun posko untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, adil, dan transparan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





