
Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengkaji penyebab pasti di balik isu mundurnya 60.000 calon mahasiswa dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dengan menyiapkan rapat koordinasi lintas sektor untuk memperoleh data yang akurat.
Kemenko PMK Libatkan Dikti dan MRPTNI
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK Ojat Darojat mengatakan pemerintah memilih mengumpulkan data secara menyeluruh sebelum mengambil langkah lanjutan terkait isu tersebut.
"Tentu kita harus lihat ini satu per satu datanya dan itu yang kita lakukan. Nanti akan ada rapat koordinasi lintas sektor, terutama dengan Dikti dan juga perangkat yang lebih banyak, termasuk MRPTNI," ungkap Ojat.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan keterbatasan ekonomi maupun tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tidak menghalangi calon mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan.
"Program pemerintah yang terpenting saat ini adalah bagaimana ketika ada anak-anak yang bagus, bertalenta, mereka jangan sampai terhambat dan tidak dapat kesempatan untuk kuliah di perguruan tinggi gara-gara masalah ekonomi," ujarnya.
Universitas Terbuka Jadi Alternatif
Ojat juga mengimbau masyarakat mempertimbangkan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang memiliki biaya pendidikan terjangkau, termasuk Universitas Terbuka (UT), serta lebih bijak menyaring informasi yang beredar di media sosial.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Prof. Ali Muktiyanto menilai persoalan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan SNBP, tetapi juga masih banyak lulusan SMA yang belum tertampung di perguruan tinggi setiap tahun.
"Kalau di UT tidak ada yang mengundurkan diri tapi menunda kuliah. Kalau semester depan tidak bisa, bisa menunda tahun berikutnya, bahkan menunda 10 tahun berikutnya bisa karena fleksibel. Jadi tidak ada masalah," ungkap Ali Muktiyanto.
Ia menyebut sistem pembelajaran yang fleksibel di Universitas Terbuka memungkinkan mahasiswa menunda studi tanpa harus mengundurkan diri akibat kendala ekonomi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





