
Pantau - BPJS Kesehatan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar kegiatan Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah Jaminan Kesehatan Nasional (Tasbih JKN) di Surabaya, Senin, guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui peran strategis para dai dan daiyah.
Kolaborasi Tingkatkan Pemahaman Program JKN
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan informasi yang benar mengenai Program JKN kepada masyarakat melalui insan dakwah.
Ia mengungkapkan, "Hingga 31 Mei 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai 285,25 juta jiwa atau 98,94 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 82,78 persen."
Menurut Akmal, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan pemahaman masyarakat akibat belum meratanya akses informasi serta pemanfaatan layanan digital yang belum optimal.
Ia mengungkapkan, "Melalui Tasbih JKN kami ingin membangun gerakan bersama agar insan dakwah menjadi Garda Terdepan JKN dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kesadaran hidup sehat, serta mengajak masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN."
Akmal juga menegaskan bahwa Program JKN dibangun dengan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit dan peserta yang mampu membantu masyarakat kurang mampu.
Ia mengatakan, "Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa JKN bukan hanya perlindungan kesehatan, tetapi juga bentuk solidaritas sosial dan kepatuhan terhadap regulasi."
MUI Tegaskan JKN Sejalan dengan Syariat Islam
Wakil Ketua MUI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Syariah BPJS Kesehatan M. Cholil Nafis menegaskan Program JKN sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam karena menjaga kesehatan merupakan bagian dari maqashid syariah dalam menjaga jiwa (hifz an-nafs).
Ia mengungkapkan, "Kami ingin memastikan bahwa Program JKN sesuai dengan syariat Islam sehingga umat Islam perlu mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat."
Cholil juga menyampaikan MUI tengah menyiapkan fatwa yang mendorong lembaga zakat dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membantu pembayaran iuran JKN bagi kelompok masyarakat rentan yang belum memperoleh perlindungan.
Ia mengatakan, "Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi salah satu indikator utama kemajuan bangsa selain pendidikan dan ekonomi."
Sementara itu, Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bidang Administrasi Umum Akhmad Jazuli menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Tasbih JKN.
Ia mengungkapkan, "Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh kegiatan Tasbih JKN karena mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa Program JKN merupakan bagian dari nilai-nilai ibadah dan gotong royong."
- Penulis :
- Aditya Yohan





