HOME  ⁄  Lifestyle

Kecemasan Berkepanjangan Disebut Dapat Menurunkan Kualitas Sperma dan Sel Telur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kecemasan Berkepanjangan Disebut Dapat Menurunkan Kualitas Sperma dan Sel Telur
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Seorang wanita sedang mengalami stres. ANTARA/Shutterstock/Tavarius/am..)

Pantau - Kecemasan berkepanjangan dapat memengaruhi kualitas sperma dan sel telur sehingga berpotensi mengganggu proses kehamilan, menurut Ketua dan Direktur Pelaksana klinik kesuburan Gaudium IVF di Delhi, India, Dr. Manika Khanna.

Hormon Stres Berpengaruh pada Kesuburan

Dalam laporan Hindustan Times yang terbit pada Minggu (28/6), Khanna menjelaskan kecemasan kronis menyebabkan tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan.

Ia mengungkapkan, "Kortisol tinggi pada wanita dapat mengganggu kelenjar yang bertanggung jawab atas ovulasi, hipotalamus. Biomarker stres dikaitkan dengan waktu konsepsi alami yang lebih lambat pada wanita. Kortisol juga dapat mengganggu pematangan sel telur dengan memengaruhi kadar dua hormon yang memungkinkan perkembangan sel telur, yaitu hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH)," katanya.

Menurut Khanna, pada pria, stres kronis dapat menurunkan kadar testosteron yang berdampak pada jumlah serta motilitas sperma.

Ia menjelaskan kondisi emosional yang negatif juga dapat memengaruhi kesehatan sel telur dan sperma sehingga berpengaruh terhadap hasil kesuburan.

Khanna mengatakan, "Stres itu sendiri biasanya tidak menyebabkan infertilitas. Yang terjadi adalah stres menyebabkan kelainan hormonal dan perubahan perilaku," ujarnya.

Gaya Hidup Sehat Dinilai Membantu Mengurangi Dampak Kecemasan

Khanna menilai dampak kecemasan terhadap kesuburan tidak hanya berasal dari perubahan hormon, tetapi juga dari perubahan perilaku sehari-hari seperti gangguan tidur, pola makan, dan kepatuhan terhadap pengobatan.

Menurutnya, gangguan yang terjadi secara berulang tersebut dapat menurunkan peluang keberhasilan konsepsi.

Ia menyarankan pasangan yang sedang merencanakan kehamilan untuk menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten guna mengelola kecemasan.

Langkah yang direkomendasikan meliputi latihan pernapasan selama 10 menit setiap hari, aktivitas fisik intensitas sedang seperti yoga atau jalan cepat, menjaga komunikasi terbuka dengan pasangan, serta mencari konseling profesional apabila kecemasan mulai terasa berlebihan.

Khanna menegaskan praktik kesehatan mental yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar dalam membantu mengurangi kecemasan selama proses merencanakan kehamilan.

Penulis :
Aditya Yohan