
Pantau - Pelestarian hutan sagu di Papua dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat adat di tengah ancaman alih fungsi lahan yang terus terjadi di sejumlah wilayah.
Penyusutan hutan sagu disebut tidak hanya mengancam ketersediaan pangan, tetapi juga berpotensi menghilangkan warisan budaya, pengetahuan lokal, dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sagu Jadi Identitas Masyarakat Papua
Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih Akhmad Kadir mengatakan sagu memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar sumber makanan pokok.
Ia mengungkapkan bahwa ketika membahas sagu, hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan wilayah administratif tertentu karena sagu merupakan identitas masyarakat Papua.
Menurutnya, hasil penelitian mengenai ketahanan pangan dan kearifan lokal menunjukkan sagu memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, hingga ekologi masyarakat adat.
Selain menjadi sumber pangan, sagu juga menjadi bagian penting dalam berbagai ritual adat, mulai dari penyelesaian konflik, penerimaan tamu, pesta adat, hingga prosesi kematian di sejumlah komunitas, termasuk Suku Marind.
Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman
Alih fungsi lahan untuk berbagai kepentingan, termasuk perkebunan, dinilai menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan hutan sagu, terutama di wilayah Papua Selatan.
Hilangnya hutan sagu juga dinilai akan menghapus pengetahuan tradisional masyarakat adat dalam mengenali jenis sagu, menentukan waktu panen, hingga mengolahnya menjadi berbagai kebutuhan hidup.
Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih ke beras dan makanan instan membuat generasi muda semakin jauh dari pangan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya Papua.
Karena itu, perlindungan kawasan hutan sagu, penguatan pendidikan budaya kepada generasi muda, serta pengakuan terhadap pengetahuan lokal masyarakat adat dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan budaya Papua.
- Penulis :
- Aditya Yohan





