HOME  ⁄  Nasional

Kebun Sawit Ilegal Masih Berproduksi di Habitat Gajah Sumatera Seblat, Genesis Desak Pengawasan Diperkuat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kebun Sawit Ilegal Masih Berproduksi di Habitat Gajah Sumatera Seblat, Genesis Desak Pengawasan Diperkuat
Foto: Yayasan Genesis Bengkulu menemukan kebun sawit ilegal masih berproduksi di kawasan habitat Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat setelah operasi penertiban kawasan hutan dilakukan (sumber: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Pantau - Yayasan Genesis Bengkulu menemukan kebun sawit ilegal masih berproduksi di kawasan habitat Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat setelah pelaksanaan operasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tahap pertama.

Hasil Monitoring di Kawasan Hutan

Direktur Genesis, Egi, mengungkapkan, "Hasil monitoring lapangan yang dilakukan pada konsesi PT Bentanra Agra Timber (BAT) dan PT Anugerah Pratama Inspirasi (API) menemukan bahwa sebagian besar kebun sawit ilegal yang telah lama menguasai kawasan hutan masih berdiri dan terus berproduksi."

Menurut Genesis, Bentang Alam Seblat merupakan salah satu habitat penting Gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu yang selama ini menghadapi tekanan akibat aktivitas perambahan hutan dan pembukaan lahan menjadi perkebunan sawit di dalam kawasan hutan.

Di dalam konsesi PT Bentanra Agra Timber (BAT), tim monitoring masih menemukan aktivitas keluar masuk petani.

Kendaraan yang mengangkut hasil kebun juga masih beroperasi di kawasan tersebut.

Tim monitoring menemukan hamparan kebun sawit berusia sekitar tiga hingga delapan tahun di sejumlah lokasi.

Pondok-pondok kebun juga masih ditemukan di dalam kawasan tersebut.

Selain itu, tim menemukan indikasi pembukaan kawasan baru di beberapa titik.

Di konsesi PT Anugerah Pratama Inspirasi (API), Genesis mencatat adanya pembongkaran pondok-pondok kebun.

Aktivitas pembukaan lahan baru di kawasan tersebut juga dilaporkan berkurang.

Meskipun demikian, kebun sawit yang telah produktif masih ditemukan di dalam kawasan hutan.

Aktivitas kendaraan modifikasi milik para perambah juga masih terpantau.

Hasil monitoring menunjukkan sejumlah sarana pengamanan, seperti plang peringatan dan garis pengamanan di beberapa lokasi, mengalami kerusakan.

Genesis menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pengawasan setelah operasi Satgas PKH agar upaya penertiban kawasan hutan berjalan lebih optimal.

Tanda Pemulihan Habitat Mulai Muncul

Di beberapa lokasi yang sebelumnya merupakan area pembukaan baru, tim Genesis menemukan tanda-tanda suksesi alami.

Tanda suksesi tersebut berupa tumbuhnya vegetasi pionir seperti alang-alang, bandotan, pakis resam, harendong, serta berbagai jenis vegetasi pionir lainnya.

Menurut Genesis, temuan tersebut menunjukkan kawasan memiliki kemampuan untuk pulih apabila tekanan akibat aktivitas manusia dihentikan.

Genesis menilai pemulihan habitat Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat memerlukan langkah berkelanjutan berupa pengawasan akses ke kawasan hutan, penindakan terhadap pelanggaran, penguatan pengamanan pasca-operasi Satgas PKH, serta pemulihan fungsi ekologis kawasan.

Seluruh langkah tersebut ditujukan untuk menjaga habitat Gajah Sumatera dan satwa liar yang dilindungi agar tetap lestari.

Penulis :
Arian Mesa