
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng World Bank melalui Program Sehati untuk merespons dampak perubahan iklim di tingkat akar rumput dengan menginisiasi pembentukan desa berketahanan iklim dan desa bebas sampah, yang diluncurkan secara nasional di Banten dan dihadiri sekitar 600 peserta yang terdiri atas kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para camat se-Kabupaten Serang.
Fokus Pengelolaan Lingkungan dan Ketahanan Iklim
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyoroti tantangan pengelolaan lingkungan di wilayah perdesaan yang masih dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas dan kebiasaan masyarakat.
Yandri mengungkapkan, "Karena mungkin masih ada kebiasaan keluarga di desa yang membuang sampah sembarangan. Nah, ini yang mau kita ubah melalui pemberdayaan masyarakat."
Untuk mewujudkan target desa bebas sampah secara efektif, Kemendes PDT meminta pendampingan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
BRIN diharapkan memberikan supervisi terkait inovasi serta penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah di perdesaan.
Kolaborasi Multisektor Dorong Ekonomi Desa
Inisiatif lingkungan tersebut menjadi bagian dari Program Sehati yang berfokus pada ekonomi hijau dan ketahanan pangan lokal.
Pelaksanaan Program Sehati dikawal melalui skema kolaborasi multisektor yang melibatkan delapan pihak strategis.
Selain dukungan pendanaan dari World Bank, program tersebut juga melibatkan pemerintah daerah mulai dari gubernur hingga bupati.
Program tersebut turut melibatkan 10 asosiasi pemerintahan desa tingkat nasional, di antaranya PAPSI, PAPDSI, dan APDSI.
Pelibatan berbagai asosiasi dilakukan untuk memastikan kebijakan yang dijalankan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Yandri menjelaskan bahwa setelah persoalan lingkungan dan iklim di tingkat desa dapat ditangani, program tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat.
Desa berketahanan iklim diharapkan mampu mendukung kelancaran hilirisasi produk unggulan desa.
Program tersebut juga diharapkan menopang visi swasembada pangan dan protein yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
- Penulis :
- Arian Mesa





