HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Menyatakan Integrasi PIP dengan PKH dan KIP Kuliah Perluas Akses Pendidikan bagi Murid Berprestasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemendikdasmen Menyatakan Integrasi PIP dengan PKH dan KIP Kuliah Perluas Akses Pendidikan bagi Murid Berprestasi
Foto: Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen Andhika Ganendra melakukan tanya jawab dengan media usai memberikan pemaparan dalam kegiatan Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Senin 2/3/2026 (sumber: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bantuan dana pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) membantu murid melanjutkan pendidikan sekaligus mengejar prestasi, termasuk di Kabupaten Purbalingga, serta menyiapkan integrasi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan KIP Kuliah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga penerima manfaat.

PIP Diintegrasikan dengan PKH dan KIP Kuliah

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen, Adhika Ganendra, mengatakan PIP siap diintegrasikan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) milik Kementerian Sosial dan KIP Kuliah untuk memperkuat kesinambungan bantuan pendidikan.

Ia mengungkapkan, “Dengan pengintegrasian itu, murid yang keluarganya terdaftar sebagai penerima bansos PKH, akan otomatis menerima PIP dan setelah menerima PIP, jika lolos seleksi perguruan tinggi, baik melalui jalur SNBP, SNBT maupun jalur lainnya, akan otomatis menerima KIP Kuliah, tanpa diseleksi lagi.”

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan peserta didik dari keluarga penerima bantuan sosial dapat memperoleh dukungan pendidikan secara berkelanjutan mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.

Penerima Manfaat Merasakan Dampak PIP

Salah satu penerima manfaat PIP adalah Jihan Askiya Maulida, siswi SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga, yang memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan seragam sekolah, sepatu, perlengkapan belajar, serta biaya transportasi menuju sekolah.

Jihan mengungkapkan, "Dengan adanya bantuan PIP ini, saya jadi lebih bersemangat untuk belajar, karena peralatan sekolah saya sudah lengkap seperti teman-teman yang lain. Saya tidak perlu khawatir lagi tentang biaya transportasi dan bisa lebih fokus mengejar prestasi."

Menurut Jihan, PIP tidak hanya menjadi bantuan finansial, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar dengan lebih percaya diri sehingga dapat lebih fokus mengejar cita-citanya.

Kisah Jihan mencerminkan manfaat PIP yang dirasakan ratusan siswa di SMP Negeri 2 Kutasari.

Pada Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 317 dari total 598 siswa di SMP Negeri 2 Kutasari menerima manfaat PIP sehingga lebih dari separuh peserta didik di sekolah tersebut memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

Pengelola PIP SMP Negeri 2 Kutasari, Florence Oktora Italiana, mengatakan manfaat PIP tidak hanya terlihat dari terpenuhinya kebutuhan belajar, tetapi juga dari perubahan sikap murid di sekolah.

Ia mengatakan, “Siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa bertahan sekolah karena kebutuhan dasarnya terpenuhi. Mereka menjadi lebih percaya diri dan termotivasi belajar karena fasilitas belajarnya, seperti seragam dan buku kini lengkap.”

Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rahman, menilai PIP memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar bantuan biaya pendidikan.

Ia mengatakan, “PIP membantu menjaga keberlangsungan pendidikan, mengurangi beban keluarga, meningkatkan rasa percaya diri murid, dan memastikan semakin banyak anak Indonesia dapat terus belajar serta menggapai cita-citanya.”

Penulis :
Arian Mesa