HOME  ⁄  Nasional

Menaker Yassierli Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Tingkatkan Kompetensi Pekerja Terdampak PHK

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menaker Yassierli Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Tingkatkan Kompetensi Pekerja Terdampak PHK
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (sumber: Kemnaker RI)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai pemerintah bersama dunia usaha dan industri dapat berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing dan keterampilan (skill) pekerja, termasuk bagi pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), melalui penyelenggaraan pelatihan upskilling dan reskilling yang ditujukan bagi pekerja terdampak PHK serta para pencari kerja.

Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Yassierli menilai pelatihan upskilling dan reskilling menjadi langkah penting untuk membekali tenaga kerja dengan kompetensi baru agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

“Pelatihan upskilling dan reskilling merupakan kunci agar pekerja tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Kompetensi menjadi modal untuk membuka peluang kerja maupun usaha baru,” ungkap Yassierli.

Menaker menegaskan peningkatan kompetensi tenaga kerja harus diiringi dengan penguatan hubungan industrial guna menciptakan industri yang produktif, tangguh, dan berdaya saing.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengembangkan lima level maturitas hubungan industrial yang terdiri atas Level 1 Terfragmentasi, Level 2 Patuh, Level 3 Harmonis, Level 4 Proaktif, dan Level 5 Transformatif.

Pada level tertinggi, perusahaan tidak hanya membangun hubungan yang harmonis dengan serikat pekerja.

Perusahaan juga diharapkan mampu berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem industri yang kuat, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.

“Semangatnya adalah membangun daya tahan industri melalui kolaborasi lintas sektor. Saya berharap kegiatan ini menjadi model untuk memperkuat sinergi tiga pilar, yaitu pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, serta menginspirasi perusahaan-perusahaan lain dalam menerapkan praktik baik Hubungan Industrial Pancasila,” ujar Yassierli.

Sampoerna Dukung Pelatihan bagi Pekerja dan Pencari Kerja

Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Rianto Probo Hartono mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan pelatihan yang diinisiasi Kemnaker bagi 150 pekerja terdampak PHK dan pencari kerja.

Program tersebut merupakan kelanjutan kolaborasi antara Sampoerna, Kemnaker, dan pemerintah daerah yang telah dimulai sejak 2025.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci untuk memperkuat hubungan industrial nasional. Kami berharap sinergi ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Rianto Probo Hartono.

Ke depan, Sampoerna berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas dengan meningkatkan jumlah peserta pelatihan menjadi 1.130 orang agar lebih banyak pekerja terdampak PHK dan pencari kerja memperoleh peningkatan kompetensi.

Penulis :
Leon Weldrick