HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Mengucurkan Rp1,1 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Kota Padang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian PU Mengucurkan Rp1,1 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Kota Padang
Foto: Arsip foto - Operator alat berat melakukan normalisasi sungai yang rusak akibat banjir bandang di akhir November 2025 di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa 6/1/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengucurkan anggaran sebesar Rp1,1 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemulihan infrastruktur di Kota Padang, Sumatera Barat, yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan, "Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengucurkan dana APBN sebesar Rp1,1 triliun untuk pemulihan infrastruktur di Kota Padang."

Tahap Awal Difokuskan pada Infrastruktur Pengendali Banjir

Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada rehabilitasi irigasi Bendung Koto Tuo, rehabilitasi irigasi Bendung Gunung Nago, serta penanganan sejumlah titik kritis pengendali banjir.

Pekerjaan teknis yang akan dilakukan meliputi pembangunan dinding penahan tanah, penguatan tebing, serta pembangunan cekdam untuk mengendalikan sedimen.

Pembangunan tersebut akan dilaksanakan di sepanjang aliran Batang Kuranji maupun Air Dingin.

Meski anggaran sebesar Rp1,1 triliun telah disiapkan pemerintah pusat, pemulihan infrastruktur secara maksimal baru dapat dilakukan setelah Pemerintah Kota Padang menyelesaikan persoalan lahan.

Reski Wahyudi mengatakan, "Kami berharap Pemkot Padang dapat mempercepat prosesnya sehingga target pelaksanaan di Agustus dapat terealisasi."

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Pemkot Padang Siapkan Dukungan dan Opsi Relokasi

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan pemulihan infrastruktur pascabencana akan dilakukan secara komprehensif melalui penyelesaian pembebasan lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta penguatan tata ruang sebagai langkah mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana.

Fadly Amran mengatakan, "Pemkot Padang siap memberikan dukungan penuh penyelesaian persoalan lahan."

Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan opsi relokasi warga apabila langkah tersebut menjadi solusi terbaik.

Relokasi akan diprioritaskan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan dengan risiko bencana yang tinggi.

Penulis :
Shila Glorya