
Pantau - Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Badung menampilkan pertunjukan Arja Negak dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Denpasar, Bali, dengan melibatkan 17 penyandang tunanetra sebagai bagian dari upaya pelestarian seni budaya Bali yang inklusif.
Penanggung jawab pementasan Pertuni Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Sastra Wirawan, menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Badung menjadi dorongan utama keterlibatan mereka dalam ajang PKB 2026.
Anak Agung Ngurah Sastra Wirawan menyampaikan, "Jujur ini motivasi dari Pemerintah Kabupaten Badung sehingga kami bisa tampil di ajang Pesta Kesenian Bali tahun ini.", ia mengungkapkan.
Persiapan dan Proses Latihan Intensif
Persiapan pementasan Arja Negak oleh Pertuni Kabupaten Badung dilakukan dalam waktu cukup panjang dengan latihan rutin dua kali dalam seminggu untuk mencapai kualitas pertunjukan terbaik di PKB 2026.
Anak Agung Ngurah Sastra Wirawan menjelaskan, "Persiapannya lumayan lama dengan tekad kami yang sangat besar untuk bisa tampil di PKB tahun ini. Kami latihan dua kali dalam seminggu secara intens.", ia mengungkapkan.
Nilai Inklusivitas dan Pelestarian Budaya Bali
Pertunjukan Arja Negak dipilih karena selaras dengan tema PKB 2026 yaitu Atma Kerthi serta mengangkat nilai perjuangan I Gusti Ngurah Rai melalui keterlibatan penyandang tunanetra dalam pelestarian budaya Bali.
Anak Agung Ngurah Sastra Wirawan menyampaikan, "Pesan kami kepada masyarakat, tentunya kami akan selalu melestarikan budaya dan mencintai Bali sampai kapan pun meskipun dengan keterbatasan yang kami miliki.", ia mengungkapkan.
Partisipasi Pertuni Kabupaten Badung dalam PKB 2026 menjadi bagian dari kategori Rekasadan (pergelaran) sekaligus memperkuat keterlibatan penyandang disabilitas dalam ruang kesenian Bali.
- Penulis :
- Leon Weldrick





