
Pantau - PT PLN (Persero) akan memodifikasi (retrofit) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar dapat menggunakan batu bara berkalori rendah sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan membantu mencegah terjadinya pemadaman listrik bergilir.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan langkah tersebut mengacu pada keberhasilan program retrofit yang telah diterapkan pada PLTU Suralaya Unit 6 dan Unit 7.
Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa, “Mengacu pada sistem di Pulau Jawa, kami masih harus melakukan retrofit terhadap PLTU kami.”, ungkapnya.
Menurut Darmawan, modifikasi tersebut memungkinkan PLTU menggunakan batu bara dengan nilai kalori sekitar 4.100–4.300 kcal per kilogram, lebih rendah dibandingkan spesifikasi awal yang mensyaratkan batu bara dengan nilai kalori sekitar 4.600–4.800 kcal per kilogram.
Kajian Retrofit Dilakukan di Seluruh Pembangkit
PLN saat ini melakukan kajian kelayakan penerapan retrofit di seluruh pembangkit yang dikelolanya setelah keberhasilan proyek di PLTU Suralaya.
Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa, “Nah, suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek di seluruh pembangkit PLN.”, ungkapnya.
Ia menilai modifikasi PLTU dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap ketidaksesuaian antara produksi batu bara nasional yang didominasi batu bara berkalori rendah dengan kebutuhan pembangkit yang selama ini menggunakan batu bara berkalori menengah hingga tinggi.
Menurut Darmawan, kendala pasokan batu bara berkalori menengah menjadi salah satu penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir pada pertengahan Juni 2026.
Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa, “Permasalahan mismatch antara produksi batu bara nasional yang didominasi dengan batu bara kalori rendah dan produksi batu bara kalori menengah dan tinggi semakin menipis, kami selesaikan dengan melakukan retrofit terhadap pembangkit-pembangkit kami.”, ungkapnya.
PLN Tambah Pasokan Batu Bara
Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, PLN telah memperoleh tambahan pasokan batu bara dengan nilai kalori di atas 4.500 kcal per kilogram.
Pada Juli 2026, PLN menerima tambahan pasokan batu bara sebanyak 1,8 juta ton, sedangkan pada periode Agustus hingga Desember 2026 akan menerima tambahan sekitar 3 juta ton.
Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa, "Adanya tambahan batu bara dengan spesifikasi 4.500 (kcal) ke atas. Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan sekitar 3 juta ton.", ungkapnya.
- Penulis :
- Arian Mesa





