
Pantau - Polres Metro Jakarta Timur menyelidiki dugaan intimidasi terhadap seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi setelah informasi mengenai peristiwa tersebut beredar di media sosial.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan pihaknya telah mengetahui informasi yang beredar dan akan menelusuri kebenaran peristiwa tersebut.
"Kami sudah mendapatkan informasi yang telah beredar dari berbagai media sosial terkait hal tersebut. Tentunya, kami akan menelusuri kebenarannya, apakah memang seperti yang disampaikan di media sosial," ungkapnya.
Polisi Periksa Pedagang dan Anggota yang Bertugas
Polres Metro Jakarta Timur memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Proses pendalaman dilakukan dengan meminta keterangan dari pedagang yang mengaku mengalami intimidasi maupun anggota kepolisian yang bertugas di lokasi.
Made Budi menyebut anggota kepolisian yang diduga terlibat merupakan seorang perwira yang bertugas di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.
"Anggota kepolisian yang bertugas di lokasi dan pedagang yang berada di lokasi akan kami minta keterangan mengenai seperti apa permasalahan yang terjadi. Anggota tersebut memang seorang perwira dan bertugas di lokasi itu," katanya.
Penyidik juga akan meminta keterangan dari pelapor agar proses klarifikasi berlangsung secara objektif sebelum mengambil kesimpulan.
Polres Metro Jakarta Timur menyatakan perkara tersebut akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran di lingkungan kepolisian.
"Kami akan melakukan pemanggilan. Apabila ada informasi lebih lanjut, kita sampaikan, semua akan diproses, dan kami meminta keterangan dari kedua belah pihak," ujar Made Budi.
Pedagang Mengaku Dimarahi Saat Penertiban
Sebelumnya, seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati bernama Sutrisno mengaku mengalami intimidasi yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi.
Saat kejadian, Sutrisno mengaku sedang melayani pembeli sekaligus mengatur barang dagangan yang baru diturunkan dari kendaraan untuk dimasukkan ke lapak.
Ia mengakui posisi barang dagangannya sedikit maju ke depan ketika kegiatan penertiban berlangsung di kawasan pasar.
"Memang dagangan saya sedikit maju. Saat itu, ada penertiban, saya dipanggil oleh Kapospol. Saya bilang nanti akan saya pindahkan karena saya tidak ada anak buah dan saat itu sedang proses bongkar muat," ungkapnya.
Sutrisno mengatakan telah menjelaskan kepada petugas bahwa barang dagangannya akan dipindahkan setelah proses bongkar muat dan pelayanan pembeli selesai.
Namun, menurut Sutrisno, dirinya justru dimarahi oleh petugas.
"Tetapi saya malah dimaki-maki dan disebut ngeyel karena dianggap sudah beberapa kali ditegur," katanya.
- Penulis :
- Arian Mesa





