
Pantau - PT TASPEN (Persero) mengimbau peserta dan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan di tengah meningkatnya kejahatan digital.
Modus Penipuan yang Ditemukan
TASPEN menjelaskan bahwa modus penipuan yang ditemukan meliputi akun media sosial palsu, pesan WhatsApp, tautan phishing, serta pemalsuan surat atau dokumen resmi yang mengatasnamakan perusahaan.
Perusahaan juga menyebut adanya peningkatan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten, gambar, suara, dan video yang menyerupai identitas resmi perusahaan.
Corporate Secretary TASPEN Henra mengatakan, "Kami mengimbau peserta dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima serta tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya.", ungkapnya.
Imbauan dan Larangan Keamanan Data
TASPEN menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta peserta membayar biaya administrasi, mengirim kode OTP, PIN, kata sandi, atau data rahasia lainnya dalam bentuk apa pun.
Henra menegaskan bahwa perlindungan peserta menjadi prioritas utama TASPEN dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin berkembang.
Kanal Resmi dan Langkah Pencegahan
TASPEN mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip "Tahan, Pastikan, Laporkan" dalam menerima setiap informasi yang mengatasnamakan perusahaan.
Verifikasi informasi diminta dilakukan melalui kanal resmi seperti situs resmi, media sosial resmi, aplikasi Andal by Taspen, kantor cabang, dan Call Center 1500 919.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus melindungi peserta dari potensi kejahatan digital yang memanfaatkan nama TASPEN secara ilegal.
- Penulis :
- Leon Weldrick





