HOME  ⁄  Nasional

Penguatan Tata Kelola Dinilai Jadi Kunci Percepat Investasi Proyek PLTS 100 Gigawatt

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Penguatan Tata Kelola Dinilai Jadi Kunci Percepat Investasi Proyek PLTS 100 Gigawatt
Foto: (Sumber :Petugas melakukan perawatan panel surya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu 2026 hingga 2028 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi energi. ANTARA FOTO/Ahmad Naufal Oktavian/agr.)

Pantau - PLN Watch menilai penguatan tata kelola dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) menjadi faktor penting untuk mempercepat investasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendukung transisi energi nasional.

Tata Kelola Dinilai Menentukan Keberhasilan Proyek

Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menyebut proyek PLTS 100 GW merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berpotensi menjadi motor baru pengembangan energi bersih di Indonesia.

"PLN sedang masuk ke proyek energi masa depan yang nilainya sangat strategis," ujar Tohom.

Ia menilai besarnya nilai investasi proyek tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum.

"Karena itu, pengadaan lahan, pemetaan lokasi, kerja sama antarlembaga, hingga proses lelang perlu dikawal sejak awal agar berjalan baik dan memberikan kepastian bagi semua pihak," ungkapnya.

Tohom mengapresiasi koordinasi PT PLN (Persero) dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian ESDM dalam menyiapkan lahan pembangunan PLTS.

Ia juga mendorong PLN memperkuat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada aspek pencegahan untuk memperkuat tata kelola proyek.

"Kalau sejak awal PLN menggandeng KPK, pesan yang muncul sangat kuat, yaitu proyek ini bukan hanya ambisi energi bersih, tetapi juga proyek yang dijalankan dengan integritas," katanya.

PLN Siapkan Lahan dan PLTS Terapung

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian ESDM untuk menyiapkan lokasi pembangunan PLTS 100 GW di Pulau Jawa.

Menurut Darmawan, usulan lahan dari Kementerian ATR/BPN mencapai sekitar 28 ribu hektare dan telah dipadankan dengan jaringan transmisi serta gardu induk milik PLN.

Sekitar 8.500 hektare lahan dapat segera dimanfaatkan untuk menghasilkan sekitar 8,5 GWp listrik yang akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).

Selain itu, pengembangan PLTS terapung di sejumlah waduk di Pulau Jawa diperkirakan memanfaatkan sekitar 10 ribu hektare permukaan waduk dengan potensi kapasitas pembangkitan mencapai 10 GWp.

Proyek tersebut diharapkan mempercepat transisi energi nasional, memperkuat ketahanan energi, serta membuka peluang investasi hijau dan penciptaan lapangan kerja.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan