HOME  ⁄  Nasional

Dinkes Sulawesi Barat Temukan 1.743 Kasus TBC hingga Juni 2026, Ribuan Kasus Diperkirakan Belum Terdeteksi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Dinkes Sulawesi Barat Temukan 1.743 Kasus TBC hingga Juni 2026, Ribuan Kasus Diperkirakan Belum Terdeteksi
Foto: Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim. Sumber: Diskominfo Sulbar

Pantau - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat menemukan 1.743 kasus tuberkulosis (TBC) hingga Juni 2026, sementara sebanyak 3.259 kasus lainnya diperkirakan masih belum terdeteksi.

Kepala Dinkes P2KB Sulawesi Barat Nursyamsi Rahim menyampaikan temuan tersebut di Mamuju.

Ia mengatakan, "Hingga Juni 2026, kami menemukan kasus TBC di daerah ini sebanyak 1.743 kasus."

Estimasi target penemuan kasus TBC di Sulawesi Barat pada 2026 mencapai 5.002 kasus.

Dari target tersebut, baru 1.743 kasus yang berhasil ditemukan.

Sebanyak 3.259 kasus diperkirakan masih belum terdeteksi atau sekitar 65,2 persen dari estimasi target.

Nursyamsi menilai kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena menjadi tantangan besar sekaligus ancaman nyata terhadap penularan TBC di masyarakat.

Ia mengatakan, "Baru sekitar 34,8 persen kasus yang berhasil kita temukan dan diobati hingga pertengahan tahun ini."

Menurutnya, hampir 65 persen penderita TBC yang belum terdeteksi diperkirakan masih beraktivitas seperti biasa dan berpotensi menularkan bakteri TBC kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya setiap tahun.

Ia mengatakan, "Oleh karena itu, deteksi dini bukan lagi sekadar program, melainkan urgensi bersama."

Dinkes Dorong Deteksi Dini dan Penemuan Kasus Aktif

Epidemiolog Kesehatan Dinkes P2KB Sulawesi Barat Harsalim menjelaskan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri saat mengalami batuk lebih dari dua minggu serta stigma negatif menjadi penyebab utama banyaknya kasus yang belum terdeteksi.

Ia mengatakan, "Masyarakat tidak perlu takut atau malu. Deteksi TBC saat ini sudah menggunakan alat canggih Tes Cepat Molekuler (TCM) yang akurat. Terpenting, seluruh pemeriksaan dan obat-obatan TBC disediakan secara gratis oleh pemerintah di puskesmas."

Dinkes P2KB Sulawesi Barat membuka ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi maupun melaporkan dugaan kasus TBC di lingkungan sekitar.

Dinkes P2KB Sulawesi Barat juga terus menekankan gerakan penemuan kasus secara aktif (active case finding) untuk mencapai target eliminasi TBC.

Harsalim mengatakan, "Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar yang terus mendorong percepatan eliminasi TBC sebagai bagian dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat untuk mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera."

Penulis :
Leon Weldrick