HOME  ⁄  Nasional

Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna Hampir Rampung, Disiapkan Jadi Pusat Layanan Perikanan Terpadu

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna Hampir Rampung, Disiapkan Jadi Pusat Layanan Perikanan Terpadu
Foto: Bupati Natuna Cen Sui Lan (kerudung putih) saat berdiskusi dengan perwakilan nelayan di KNMP Desa Cemaga Utara pada Sabtu (4/7/2026).

Pantau - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, yang progresnya telah mencapai 96 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi masyarakat nelayan.

Program yang didukung pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Natuna mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, seperti keterbatasan fasilitas, tingginya biaya operasional melaut, belum optimalnya distribusi hasil tangkapan, serta keterbatasan kewenangan pengelolaan laut oleh pemerintah daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin, KNMP dipandang sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah perbatasan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam.

Dikembangkan sebagai Hub Aktivitas Perikanan

Pada 2025, KKP menyetujui Desa Cemaga Utara sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih setelah dinilai memenuhi persyaratan teknis, sosial, serta kesiapan pengembangan kawasan perikanan terpadu.

Pembangunan kawasan dimulai pada 2026 dan dirancang tidak hanya sebagai kawasan perikanan, tetapi juga sebagai Hub Aktivitas Perikanan (HAP) yang menyediakan layanan terpadu dari hulu hingga hilir.

Seluruh fasilitas penunjang ditempatkan dalam satu kawasan untuk meningkatkan efisiensi usaha perikanan.

Fasilitas yang disediakan meliputi pabrik es, gudang penyimpanan berpendingin (cold storage), area perbaikan kapal, area perbaikan alat tangkap, kantin, area kuliner, serta kantor pengelola.

Diharapkan Tekan Biaya Operasional Nelayan

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional nelayan sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.

Selama ini, banyak nelayan terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga rendah karena tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai.

Dengan adanya cold storage, hasil tangkapan dapat disimpan lebih lama tanpa menurunkan kualitas sehingga nelayan memiliki kesempatan memilih waktu penjualan yang lebih menguntungkan.

Pabrik es juga menjadi fasilitas penting karena sebelumnya nelayan harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk memperoleh es sebelum berangkat melaut, yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional dan berkurangnya efisiensi waktu kerja.

Penulis :
Gerry Eka