
Pantau - Dunia usaha didorong memperbesar investasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan talenta terampil yang dinilai menjadi kunci meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
CEO Kitong Bisa Foundation (KBF) Mohammad Afif Dzulqifli mengatakan terbatasnya akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan dalam menyiapkan tenaga produktif dan calon pemimpin ekonomi baru dari daerah.
"Menurut BPS Indonesia, hanya 32 persen siswa yang bisa melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Ini berarti hanya tiga dari 10 orang yang bisa melanjutkan ke bangku kuliah.", ujar Afif.
Investasi Pendidikan Dinilai Bersifat Jangka Panjang
Afif menilai pertumbuhan sektor usaha dan investasi di daerah membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia lokal yang memiliki kapasitas, kepemimpinan, serta kemampuan menghadirkan solusi.
Kebutuhan tersebut semakin penting seiring berkembangnya sektor industri, pertambangan, jasa, dan berbagai potensi ekonomi di kawasan timur Indonesia yang memerlukan tenaga kerja dengan kapasitas dan keterampilan memadai.
Menurut Afif, investasi di bidang pendidikan sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja berkualitas, pemimpin, dan wirausaha.
Ia menambahkan, pengembangan talenta lokal juga dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperbesar produktivitas, serta membuka peluang lahirnya inovator dan pengusaha baru di daerah.
Program Beasiswa Dukung Pengembangan Talenta Lokal
Sebagai contoh, Kitong Bisa Foundation bekerja sama dengan Eramet Indonesia melalui Program Beasiswa Eramet Beyond yang telah membina 41 mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia Timur sejak 2024.
Selain menerima beasiswa, para peserta juga memperoleh pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas, serta pengalaman menjalankan program sosial.
Program tersebut diharapkan mendorong para penerima beasiswa kembali ke daerah asal untuk membangun ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan kualitas sumber daya manusia, menciptakan inovasi, dan membuka peluang usaha baru.
"Saya harap dari program ini teman-teman dapat memberikan dampak dan solusi nyata. Pesan saya untuk teman-teman, bisa pulang dan kembali membangun daerah masing-masing.", ungkap Afif.
Dengan pengembangan talenta yang semakin merata, generasi muda Indonesia Timur diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga tumbuh sebagai inovator, calon pengusaha, dan penggerak kegiatan ekonomi di daerahnya.
- Penulis :
- Gerry Eka





