
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan siap menjalankan program Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026 sebagai upaya menjawab tantangan persaingan mutu pendidikan global yang semakin ketat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan pendidikan diwujudkan melalui sejumlah program sekolah unggulan, termasuk Sekolah Unggul Garuda, Sekolah Garuda Transformasi, dan Sekolah Nasional Terintegrasi.
"Di antaranya program Sekolah Unggul Garuda yang merupakan unit sekolah baru yang dirancang menjadi sekolah yang berkelas dunia.", ujar Abdul Mu'ti.
Terkait Sekolah Nasional Terintegrasi, Abdul Mu'ti mengatakan Kemendikdasmen telah mendapat penugasan untuk mulai menjalankan program tersebut tahun ini.
"Dan yang ditugaskan kepada kami, insya Allah tahun ini kita mulai, adalah Sekolah Nasional Terintegrasi.", ungkap Abdul Mu'ti.
Dibangun Bertahap Mulai Jenjang SMP
Program Sekolah Nasional Terintegrasi akan dibangun secara bertahap dengan tahap awal dimulai pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di setiap kabupaten.
Abdul Mu'ti menjelaskan usulan awal Presiden Prabowo adalah membangun sekolah tersebut di setiap kecamatan, namun arahan terbaru mengubah pelaksanaannya menjadi di setiap kabupaten.
"Awalnya Bapak Presiden mengusulkan dibangun di setiap kecamatan, tapi kemudian arahan beliau yang terakhir dibangun di setiap kabupaten dimulai dari jenjang pendidikan SMP.", kata Abdul Mu'ti.
Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi atau di atas rata-rata dan tidak menggunakan sistem asrama.
"Ini memang dirancang untuk mereka yang mempunyai kemampuan akademik yang tinggi atau di atas rata-rata dan semuanya tidak berasrama.", ujar Abdul Mu'ti.
Kurikulum Rampung, Rekrutmen Guru Disiapkan
Kemendikdasmen menyatakan sejumlah daerah yang telah siap akan mulai menyelenggarakan program tersebut pada tahun ini.
"Tahun ini akan kami bangun di beberapa daerah yang sudah siap untuk menyelenggarakan pendidikan ini.", ungkap Abdul Mu'ti.
Menurutnya, penyusunan kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi telah selesai dan saat ini pemerintah sedang menyiapkan skema rekrutmen tenaga pendidik untuk mendukung pelaksanaan program.
"Mudah-mudahan ajaran baru tahun ini sudah kita mulai beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi.", kata Abdul Mu'ti.
Sementara menunggu pembangunan gedung sekolah selesai, kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan balai milik Kemendikdasmen di daerah.
"Kami akan mulai beberapa diselenggarakan di balai-balai yang kita punya karena gedungnya kan belum ada, nanti kami akan mulai dulu skema pelaksanaannya seperti apa sambil kita bangun.", ujar Abdul Mu'ti.
Ia menegaskan seluruh program pendidikan yang digagas pemerintah bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang memiliki daya saing melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
"Di era dunia yang semakin terbuka dan semakin ketat dengan persaingan itu kuncinya adalah kualitas dan keunggulan yang ini harus dijawab melalui pendidikan.", tegas Abdul Mu'ti.
- Penulis :
- Gerry Eka





