
Pantau - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memastikan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III memiliki fasilitas dan infrastruktur yang layak untuk mendukung tugas pertahanan di wilayah Indonesia bagian timur saat melakukan kunjungan ke Markas Kogabwilhan III di Timika, Papua, bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Minggu, 5 Juli 2026.
Kunjungan Pastikan Kesiapsiagaan Satuan
Kunjungan tersebut turut didampingi Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto sebagaimana ditampilkan dalam unggahan akun Instagram resmi @sjafrie.sjamsoeddin.
Sjafrie mengungkapkan, "Kunjungan ini bagian dari upaya memastikan kesiapsiagaan satuan dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia."
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan satuan dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta mendukung stabilitas keamanan di kawasan timur Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin dan Agus Subiyanto meninjau sejumlah ruangan di Markas Kogabwilhan III, termasuk ruang rapat.
Di ruang rapat tersebut terdapat denah yang menjelaskan luas lahan Markas Kogabwilhan III beserta pembagian setiap bagian markas.
Letjen TNI Lucky Avianto memberikan penjelasan mengenai denah markas kepada Sjafrie Sjamsoeddin dan Agus Subiyanto.
Peran Strategis Kogabwilhan III
Sjafrie Sjamsoeddin juga menerima paparan mengenai sistem operasional Kogabwilhan III yang berkaitan dengan pelaksanaan misi pertahanan di wilayah Indonesia bagian timur.
Ia mengungkapkan, "Makogabwilhan III memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan kekuatan TNI tiga matra secara terpadu, responsif, dan efektif dalam menghadapi setiap dinamika ancaman."
Markas Kogabwilhan III berperan mengintegrasikan kekuatan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara secara terpadu agar mampu merespons berbagai ancaman dengan cepat dan efektif.
Sjafrie berharap seluruh unsur TNI di jajaran Kogabwilhan III semakin siap menjalankan operasi militer maupun operasi militer selain perang (OMSP) untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kogabwilhan III merupakan satuan penangkal utama apabila terjadi konflik atau ancaman militer di wilayah Indonesia bagian timur serta berada di bawah komando langsung Panglima TNI.
Wilayah operasional Kogabwilhan III meliputi wilayah darat di Kepulauan Maluku dan Pulau Papua, wilayah laut dan udara di kawasan tersebut, serta ALKI-3B beserta perairan di sekitarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





