HOME  ⁄  Nasional

UIN Ar-Raniry Mengusulkan Penambahan Kuota dan Kenaikan Biaya Hidup Program KIP Kuliah kepada Bappenas

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

UIN Ar-Raniry Mengusulkan Penambahan Kuota dan Kenaikan Biaya Hidup Program KIP Kuliah kepada Bappenas
Foto: Kegiatan pemantauan dan evaluasi implementasi KIP Kuliah yang berlangsung di ruang rapat rektor UIN Ar-Raniry, Banda Aceh (sumber: Humas UIN Ar Raniry)

Pantau - UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengusulkan penambahan kuota penerima Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta kenaikan komponen biaya hidup kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi implementasi KIP Kuliah yang berlangsung di ruang rapat rektor UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

UIN Ar-Raniry Ajukan Penambahan Kuota dan Perluasan Akses

Menurut Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry Prof Mursyid Djawas, Program KIP Kuliah telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera.

Ia mengungkapkan, "Program KIP Kuliah telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera di UIN Ar-Raniry."

Sepanjang periode 2020–2025, sebanyak 2.805 mahasiswa UIN Ar-Raniry telah menerima beasiswa KIP Kuliah.

Penerima KIP Kuliah yang masih aktif terdiri atas 400 mahasiswa angkatan 2022.

Penerima aktif juga terdiri atas 600 mahasiswa angkatan 2023.

Sebanyak 550 mahasiswa angkatan 2024 masih aktif menerima KIP Kuliah.

Sebanyak 400 mahasiswa angkatan 2025 juga masih aktif menerima KIP Kuliah.

Prof Mursyid Djawas menyampaikan bahwa jumlah penerima beasiswa saat ini masih belum sebanding dengan tingginya kebutuhan mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Ia menegaskan bahwa Program KIP Kuliah selama ini telah membuka kesempatan bagi banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Ia mengungkapkan, "Kami berharap kuota penerima dapat ditingkatkan agar lebih banyak mahasiswa yang memperoleh manfaat dari program ini."

UIN Ar-Raniry juga menilai besaran bantuan biaya hidup perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Selain itu, UIN Ar-Raniry mengusulkan agar anak aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, dan anggota Polri yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah tetap dapat mengakses Program KIP Kuliah sepanjang memenuhi kriteria ekonomi yang ditetapkan pemerintah.

Penguatan Pembinaan dan Evaluasi Program

Menurut Prof Mursyid Djawas, peningkatan jumlah penerima KIP Kuliah perlu diiringi dengan penguatan pembinaan.

Pembinaan tersebut mencakup program peningkatan kemampuan bahasa.

Pembinaan juga meliputi pengembangan soft skill.

Selain itu, diperlukan monitoring akademik secara berkelanjutan.

Langkah tersebut bertujuan agar penerima beasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan daya saing lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Tim Supervising dan Evaluator Direktorat PTI Bappenas Hanifah Umi Haryati menyampaikan bahwa evaluasi nasional masih menemukan sejumlah tantangan dalam implementasi Program KIP Kuliah.

Salah satu tantangan yang ditemukan adalah masih adanya inclusion error, yakni kondisi ketika penerima bantuan secara ekonomi tidak lagi memenuhi kriteria.

Tantangan lainnya adalah masih adanya exclusion error, yaitu kondisi ketika mahasiswa yang layak menerima bantuan belum terakomodasi dalam Program KIP Kuliah.

Penulis :
Leon Weldrick