HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Nilai Transformasi Polri Harus Dievaluasi Secara Komprehensif, Bukan Berdasarkan Satu Indeks Persepsi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengamat Nilai Transformasi Polri Harus Dievaluasi Secara Komprehensif, Bukan Berdasarkan Satu Indeks Persepsi
Foto: (Sumber :Pengamat politik dan pendiri Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens. ANTARA/Handout/am..)

Pantau - Pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) perlu dievaluasi secara komprehensif dan tidak hanya diukur berdasarkan satu indeks persepsi.

Transformasi Polri Dinilai Bersifat Jangka Panjang

Boni mengatakan transformasi Polri merupakan proses jangka panjang yang mencakup perubahan budaya organisasi, pembenahan sistem rekrutmen, transparansi anggaran, serta penguatan mekanisme pengaduan masyarakat.

"Kepemimpinan yang berorientasi reformasi menjadi faktor kunci dalam mendorong perubahan yang nyata dan terukur," ungkap Boni.

Ia menegaskan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian merupakan aset negara yang harus dibangun melalui konsistensi, transparansi, dan keberanian untuk terus berbenah sehingga tidak dapat dinilai hanya dari satu hasil survei.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas hasil Police Corruption Perceptions Index yang dipublikasikan IndexMundi Global Surveys pada awal Juli 2026 dengan skor persepsi ketidakpercayaan publik terhadap Polri sebesar 7,56.

Menurut Boni, survei tersebut mengukur persepsi masyarakat terhadap korupsi pada lembaga penegak hukum dan institusi publik, bukan berdasarkan data kejahatan atau pelanggaran yang telah terverifikasi secara hukum.

"Hal itu diakui oleh IndexMundi sendiri," ujarnya.

Penilaian Perlu Gunakan Berbagai Indikator

Boni menilai hasil survei persepsi dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi sosial, intensitas pemberitaan media, dan tingkat kepercayaan historis masyarakat terhadap institusi kepolisian.

"Ketidakjelasan ini membuka ruang lebar bagi bias interpretasi, baik dari pihak yang ingin menggunakan data tersebut untuk menyerang institusi tertentu maupun dari pihak yang ingin menafikannya secara defensif," ungkapnya.

Ia berpendapat hasil survei tersebut tidak semestinya menjadi satu-satunya acuan dalam mengevaluasi kinerja Polri.

Menurut Boni, penilaian terhadap transformasi institusi harus mempertimbangkan berbagai indikator yang lebih objektif serta capaian reformasi yang telah berlangsung.

Ia menambahkan sejumlah lembaga, baik nasional maupun internasional, juga telah memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah transformasi yang dilakukan Polri.

Penulis :
Ahmad Yusuf