HOME  ⁄  Nasional

Pramono Rencanakan Jalur Bawah Tanah Senayan City-Plaza Senayan Jadi Ruang UMKM dan Kurangi Kemacetan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pramono Rencanakan Jalur Bawah Tanah Senayan City-Plaza Senayan Jadi Ruang UMKM dan Kurangi Kemacetan
Foto: (Sumber :Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Senayan City, Jakarta Selatan. (ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana memanfaatkan jalur bawah tanah yang akan menghubungkan Senayan City dan Plaza Senayan sebagai ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat konektivitas pejalan kaki dan mengurangi kemacetan di kawasan Senayan.

Jalur Penghubung Disiapkan untuk UMKM dan Pejalan Kaki

Pramono mengatakan ruang bawah tanah yang menghubungkan dua pusat perbelanjaan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lokasi usaha bagi pelaku UMKM.

“Ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk berjualan UMKM dan sebagainya,” ungkap Pramono.

Menurutnya, pembangunan jalur penghubung tersebut merupakan bagian dari upaya menata Jakarta dengan mengurai titik-titik kemacetan.

Ia menjelaskan konektivitas antara Senayan City dan Plaza Senayan akan mempermudah mobilitas pejalan kaki tanpa harus menyeberang jalan sehingga arus lalu lintas di kawasan Senayan menjadi lebih lancar.

“Kalau di Senayan, Plaza Senayan dengan Senayan City ini kan kalau tidak dihubungkan di bawah itu sangat mengganggu transportasi dan seringkali menyebabkan kemacetan yang ada,” ujarnya.

Pramono mengaku telah meminta Asisten Pembangunan DKI Jakarta untuk menindaklanjuti rencana tersebut agar segera direalisasikan.

Pemprov DKI Dorong Kesepakatan Pengelola Mal

Pramono berharap pembangunan jalur bawah tanah dapat meniru konsep konektivitas di kawasan Bundaran HI yang menghubungkan sejumlah hotel dengan akses menuju stasiun MRT.

“Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti karena yang lebih sulit saja bisa diatasi di Bundaran HI. Menghubungkan Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, Kempinski, dan nanti di bawah kemudian ada UMKM yang langsung terhubung masuk ke MRT,” katanya.

Sebelumnya, Pramono menyebut belum terhubungnya kedua pusat perbelanjaan dipengaruhi kepentingan masing-masing pengelola.

Ia menilai konektivitas tersebut akan menguntungkan kedua mal karena pengunjung dapat berpindah lokasi dengan lebih mudah tanpa mengganggu lalu lintas di permukaan.

Pramono juga menegaskan Pemprov DKI telah menyiapkan langkah apabila kedua pengelola tidak mencapai kesepakatan pembangunan jalur penghubung.

"Saya bilang, kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena mengganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita. Jadi kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja, pasti mereka akan bersedia untuk bernegosiasi karena hal itu saling menguntungkan mereka berdua," ungkapnya.

Ia menambahkan pembangunan infrastruktur pejalan kaki menjadi salah satu kunci mewujudkan Jakarta yang lebih nyaman dan ramah bagi masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf