HOME  ⁄  Nasional

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Berlangsung, Badan Geologi Catat Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Berlangsung, Badan Geologi Catat Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer
Foto: (Sumber :Arsip foto - Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi.)

Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih berlangsung pada Selasa (7/7/2026) dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1,4 kilometer dari atas puncak.

Erupsi Terekam dengan Kolom Abu Tebal

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan letusan terbaru terjadi pada pukul 11.37 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.984 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," ungkap Lana.

Ia menjelaskan data visual dan rekaman seismogram menunjukkan erupsi memiliki amplitudo maksimum 47,3 milimeter dengan durasi kegempaan sekitar 1 menit 27 detik.

Badan Geologi menyatakan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Warga Diimbau Waspadai Lahar dan Gunakan Masker

Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

Warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah puncak gunung.

Kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Badan Geologi juga menyarankan masyarakat menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.

Lana menambahkan pemerintah daerah diminta terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung guna memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan