HOME  ⁄  Nasional

Kunjungan PM Narendra Modi Perkuat Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kunjungan PM Narendra Modi Perkuat Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India
Foto: (Sumber :Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (dua kiri) memainkan alat musik tradisional Jawa Barat, angklung, dalam acara kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.)

Pantau - Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6-8 Juli 2026 menghasilkan 16 dokumen kerja sama yang memperkuat kemitraan strategis kedua negara di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, keamanan maritim, pendidikan, hingga pengembangan teknologi.

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7), menjadi salah satu momen paling produktif sejak Indonesia dan India menjalin Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2018.

Kunjungan tersebut merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke India pada Februari 2026.

Salah satu kesepakatan utama adalah penandatanganan kontrak pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara Kementerian Pertahanan RI dan BrahMos Aerospace.

Dengan kesepakatan itu, Indonesia menjadi negara ketiga di kawasan Asia Tenggara yang mengakuisisi sistem rudal BrahMos setelah Filipina dan Vietnam.

Selain itu, Bharat Dynamics Limited milik India menandatangani kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara dengan Republikorp sebagai perusahaan pertahanan swasta Indonesia.

Kedua negara juga sepakat memperdalam kerja sama melalui forum India-Indonesia Security Dialogue, termasuk pengembangan teknologi pertahanan, penanggulangan kejahatan lintas negara, keamanan maritim, ekonomi biru, dan pengembangan pelabuhan.

Rangkaian kunjungan Modi mendapat sambutan kenegaraan penuh, termasuk pengawalan tiga pesawat tempur F-16 dan dua Sukhoi TNI Angkatan Udara saat memasuki wilayah udara Indonesia serta penyambutan langsung oleh Presiden Prabowo di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Sebanyak 16 dokumen kerja sama yang ditandatangani mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, pendidikan, hingga kerja sama ekonomi.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India serta meningkatkan implementasi berbagai proyek strategis yang telah disepakati kedua negara.

Penulis :
Aditya Yohan