HOME  ⁄  Nasional

LRT Jabodebek Tingkatkan Kompetensi Train Attendant Seiring Lonjakan Jumlah Pengguna

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

LRT Jabodebek Tingkatkan Kompetensi Train Attendant Seiring Lonjakan Jumlah Pengguna
Foto: (Sumber :Meningkatnya jumlah pengguna LRT Jabodebek mendorong perusahaan terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan kompetensi Train Attendant sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pengguna selama perjalanan.)

Pantau - LRT Jabodebek memperkuat kompetensi seluruh Train Attendant melalui pelatihan Service Excellence sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan di tengah meningkatnya jumlah pengguna transportasi tersebut sepanjang 2026.

Pelatihan Digelar untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Sepanjang 2026, LRT Jabodebek melayani rata-rata 115.095 pengguna pada hari kerja dan 45.436 pengguna saat akhir pekan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat rata-rata 94.553 pengguna pada hari kerja dan 40.436 pengguna pada hari libur nasional maupun akhir pekan.

Pelatihan Service Excellence dilaksanakan secara bertahap di Kantor LRT Jabodebek untuk meningkatkan kompetensi Train Attendant agar mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional, responsif, informatif, serta tetap mengutamakan keselamatan perjalanan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, "Dengan rata-rata lebih dari 115 ribu pengguna LRT Jabodebek setiap hari kerja, kami ingin memastikan setiap Train Attendant mampu memberikan informasi yang jelas, membantu kebutuhan pengguna, serta menghadirkan pelayanan yang profesional agar masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi publik," ungkapnya.

Materi Pelatihan Fokus pada Pelayanan dan Keselamatan

Pelatihan menghadirkan konsultan dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik operasional transportasi berbasis rel.

Peserta memperoleh pembekalan mengenai service mindset, komunikasi operasional yang efektif, penanganan keluhan (handling complaint), service recovery, hingga pengendalian emosi saat menghadapi situasi yang memerlukan respons cepat.

Selain itu, peserta mengikuti simulasi berbagai kondisi pelayanan, mulai dari membantu pengguna yang membutuhkan pendampingan, memberikan informasi perjalanan, hingga menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional.

Pada sistem operasi otomatis GoA3, Train Attendant juga dibekali kemampuan untuk mengambil alih kendali kereta sesuai prosedur apabila diperlukan demi menjaga keselamatan perjalanan.

Pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap agar seluruh Train Attendant memiliki standar pelayanan yang sama sebagai bagian dari komitmen LRT Jabodebek menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Penulis :
Aditya Yohan