HOME  ⁄  Nasional

Universitas Bakrie Susun Strategi Hadapi Dampak AI terhadap Keberlangsungan Budaya Lokal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Universitas Bakrie Susun Strategi Hadapi Dampak AI terhadap Keberlangsungan Budaya Lokal
Foto: (Sumber :Universitas Bakrie mengadakan Webinar Contemporary Digital Culture guna menyusun strategi menghadapi isu perkembangan kecerdasan buatan (AI), algoritma media sosial, serta perubahan pola konsumsi informasi yang dinilai membawa tantangan baru terhadap keberlangsungan budaya lokal di Indonesia. ANTARA/HO - Universitas Bakrie)

Pantau - Universitas Bakrie menggelar Webinar Contemporary Digital Culture untuk menyusun strategi menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI), algoritma media sosial, dan perubahan pola konsumsi informasi yang dinilai membawa tantangan baru bagi keberlangsungan budaya lokal di Indonesia.

Teknologi dan Budaya Perlu Berjalan Berdampingan

Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dr Prima Mulyasari Agustini, mengatakan masyarakat tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga menjaga identitas budaya agar tetap relevan di ruang digital.

Ia mengungkapkan, “Bahwa transformasi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi budaya lokal, melainkan sebagai momentum untuk memperluas eksistensi dan daya saing budaya Indonesia di tingkat global.”

Forum bertajuk “Strategi Komunikasi dan Tantangan Ketahanan Budaya Lokal di Ruang Digital” tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi komunikasi, mahasiswa pascasarjana, dan pegiat budaya untuk membahas strategi menghadapi perubahan lanskap komunikasi digital.

Prima menilai budaya lokal memiliki kemampuan untuk terus berkembang apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia menambahkan, “Yang dibutuhkan adalah strategi komunikasi yang tepat agar teknologi dan budaya dapat tumbuh secara berdampingan.”

Bahas AI, Disinformasi hingga Etika Komunikasi

Selain membahas perkembangan AI, webinar juga mengangkat isu disinformasi, cyberbullying, echo chamber akibat algoritma media sosial, hingga menurunnya kualitas ruang publik digital.

Dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Eli Jamilah Miharja mengatakan perkembangan teknologi perlu dipahami tidak hanya dari sisi inovasi, tetapi juga dari perspektif sosial dan budaya karena memengaruhi cara masyarakat membangun relasi, memahami budaya, dan membentuk identitas.

Ia mengatakan, “Karena itu, pendekatan akademik melalui riset menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengikis nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.”

Webinar tersebut turut menghadirkan Dr Hany Nurahmawati yang membahas komunikasi lintas budaya, branding, media digital, dan perubahan perilaku masyarakat, serta Assoc. Prof. Bambang Sukma Wijaya yang mengulas perkembangan AI, consumer culture, etika komunikasi, dan implikasinya terhadap praktik komunikasi modern.

Penulis :
Ahmad Yusuf