
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi kunci utama agar pengelolaan sampah, termasuk pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), dapat berjalan secara efektif.
Pemilahan Sampah Jadi Fondasi PSEL
Zulkifli Hasan mengatakan teknologi pengolahan sampah tidak akan berfungsi optimal tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.
Ia mengungkapkan, “Pilah sampah bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jika sampah dipilah sejak dari rumah, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang maupun diolah menjadi energi.”
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Deklarasi Gerakan Pilah Sampah se-Bali dalam Apel Siaga Pilah Sampah Bali di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Selasa (7/7/2026).
Gerakan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Menurut Zulhas, pemilahan sampah dari sumber menjadi fondasi penting untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu sekaligus mendukung pengembangan PSEL di Bali.
Target Operasional PSEL pada 2027
Pemerintah terus mendorong percepatan penanganan persoalan sampah di Bali, termasuk pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung dan pembangunan fasilitas PSEL.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, volume sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.400 ton per hari, dengan Kota Denpasar menjadi penyumbang terbesar sekitar 1.000 ton per hari.
Pemerintah menargetkan fasilitas PSEL Denpasar Raya yang memiliki kapasitas mengolah sekitar 1.200 ton sampah per hari mulai beroperasi pada 2027 untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan energi.
Zulhas kembali menegaskan, “Inilah kunci agar pengelolaan sampah berjalan efektif.”
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur mengenai pemilahan sampah dari sumber, namun menilai implementasinya tetap memerlukan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan agar masyarakat konsisten menjalankan kebiasaan tersebut.
Pada kesempatan itu, pemerintah memberikan penghargaan kepada 10 desa dan desa adat di Bali yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai upaya memperluas budaya pilah sampah dan memperkuat ekonomi sirkular.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





