
Pantau - Kebijakan pemerintah yang memperketat masuknya produk impor serta memperkuat penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) membuka peluang besar bagi industri keramik dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran produk di pasar nasional.
Chief Executive Officer PT Platinum Ceramics Industry Liem May Tjoe menyampaikan kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri keramik saat ditemui di sela IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (9/7/2026).
Kebijakan Pemerintah Perkuat Daya Saing Industri
Liem mengatakan kondisi global sempat memengaruhi pertumbuhan bisnis industri keramik meski pemerintah terus menggencarkan pembangunan gedung dan hunian yang membutuhkan produk keramik.
Ia menilai pembatasan impor dan penguatan penerapan SNI membuat produk keramik dalam negeri memiliki peluang lebih besar dibandingkan produk luar negeri.
“Adanya pembatasan impor yang diterapkan pemerintah, memberikan peluang besar bagi perusahaan keramik dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan pemasaran,” ungkap Liem.
Menurutnya, regulasi pemerintah menjadi salah satu faktor penting yang membantu industri keramik bertahan sekaligus berkembang di tengah berbagai tantangan.
“Kami merasakan manfaat kebijakan yang diberikan pemerintah melalui aturan terhadap pertumbuhan bisnis keramik,” ujarnya.
Dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026, Titanium Lamina juga memperkenalkan inovasi Bio Luminance melalui Lumen Series yang menghadirkan efek cahaya pada urat permukaan sintered stone sehingga memperoleh penghargaan MURI sebagai “Batu Sinter Pertama dengan Bio Luminesensi (Efek Bercahaya dalam Gelap)”.
Produksi Keramik Nasional Terus Meningkat
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto mengatakan kinerja industri keramik nasional menunjukkan tren yang positif.
Ia menyebut produksi industri keramik pada 2025 meningkat menjadi 73 persen dibandingkan 2024.
ASAKI juga memproyeksikan tingkat produksi kembali meningkat hingga mencapai 75 persen pada akhir 2026.
Edy menilai dukungan pemerintah melalui kebijakan pembatasan produk impor menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan produksi dan inovasi industri dalam negeri.
“Kini perusahaan dalam negeri sedang meningkatkan produksi dan inovasinya dalam menghadirkan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat membuka IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (8/7/2026), mengapresiasi meningkatnya peran industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pembangunan.
Saat meninjau pameran, AHY menilai semakin banyak produk buatan Indonesia yang memiliki kualitas internasional dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meningkat.
“Ini membanggakan. Produk-produk Indonesia semakin inovatif, semakin berkualitas, dan kandungan lokalnya juga semakin tinggi. Ini menunjukkan industri nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





