HOME  ⁄  Nasional

Lemhannas Dorong Perdamaian Dunia Melalui Jakarta Geopolitical Forum 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Lemhannas Dorong Perdamaian Dunia Melalui Jakarta Geopolitical Forum 2026
Foto: Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily saat jumpa pers pada acara Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X/2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis 9/7/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison)

Pantau - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) berupaya mendorong terciptanya perdamaian dunia melalui penyelenggaraan Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X/2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (9/7), dengan menghadirkan para duta besar, diplomat, lembaga think tank, dan peserta pendidikan Lemhannas untuk membahas dinamika geopolitik global.

Forum Bahas Geopolitik, Ekonomi, dan Teknologi

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menjelaskan forum tersebut tidak hanya membahas perkembangan geopolitik dan persaingan politik antarnegara, tetapi juga mencermati persaingan di bidang ekonomi dan teknologi.

"Kita membahas bukan saja aspek geopolitik, persaingan politik antarnegara, tetapi juga melihat bagaimana pertarungan atau persaingan ekonomi dan juga persaingan teknologi," ungkap Ace.

Ia mengatakan hasil diskusi diharapkan melahirkan berbagai gagasan yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis di masing-masing negara sahabat.

Ace menambahkan kebijakan yang dihasilkan dari forum tersebut diharapkan mampu memperkuat multilateralisme sekaligus mendukung terciptanya perdamaian dunia.

Hasil Diskusi Jadi Rujukan Kebijakan Strategis

Ace memastikan hasil pembahasan dalam JGF X/2026 juga dapat dimanfaatkan Pemerintah Indonesia sebagai rujukan dalam menyusun kebijakan strategis di bidang hubungan internasional.

"Hasil seminar ini bisa juga dijadikan sebagai dapat menjadi rujukan bagi Kementerian Luar Negeri di dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis terkait dengan memperkuat multilateralisme itu," ujarnya.

Melalui forum tersebut, Lemhannas berharap hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat semakin erat sehingga kerja sama internasional dalam menciptakan perdamaian dunia dapat terus diperkuat.

Penulis :
Arian Mesa