HOME  ⁄  Nasional

Baznas Gandeng Limar Hadirkan Program Rumah Terang untuk Masyarakat Prasejahtera

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Gandeng Limar Hadirkan Program Rumah Terang untuk Masyarakat Prasejahtera
Foto: (Sumber :Inisiator Listrik Mandiri Rakyat (Limar) Ujang Koswara memperlihatkan instalasi lampu yang diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera di Desa Cikawung, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Asep Firmansyah.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berkolaborasi dengan Listrik Mandiri Rakyat (Limar) untuk menyediakan akses penerangan bagi masyarakat prasejahtera melalui Program Rumah Terang Baznas yang memanfaatkan inovasi lampu hemat energi berbasis panel surya.

Program Rumah Terang Perluas Akses Penerangan

Ketua Baznas RI Sodik Mujahid mengatakan Program Rumah Terang menjadi salah satu dari 13 program prioritas Baznas dalam menyalurkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengungkapkan, "Salah satu program unggulan Baznas adalah Rumah Terang. Kami begitu bekerja sama dengan anak bangsa. Kami langsung mempraktikannya dan kita langsung mengamalkannya di daerah Indramayu."

Sodik menjelaskan program tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar anak-anak pada malam hari, meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga, serta memperkuat aktivitas ibadah masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Harapannya masyarakat semakin cerdas, semakin rajin belajar terutama putra-putrinya, semakin menambah semangat untuk hidupnya, semakin menambah ibadahnya, semakin menambah kerjanya, sehingga secara umum semakin sejahtera."

Inovasi Limar Telah Menerangi Ratusan Ribu Rumah

Inisiator Limar Ujang Koswara mengatakan program tersebut dikembangkan untuk mengatasi persoalan masyarakat yang belum memiliki akses penerangan memadai, terutama di wilayah terpencil.

Ia mengungkapkan, "Jadi semangatnya untuk memerangi kegelapan, utamanya bagi masyarakat miskin yang belum memiliki akses terhadap listrik."

Setiap penerima manfaat memperoleh satu paket instalasi yang terdiri dari panel surya, lima lampu LED, accu, dan jaringan perkabelan.

Ujang menjelaskan lampu berdaya 1 watt tersebut memiliki tingkat pencahayaan setara lampu 10 watt dengan usia pakai lebih dari 10 tahun.

Ia mengungkapkan, "Kalau ada pihak yang ingin membantu kaum dhuafa, maka saya ingin menyempurnakannya dengan menerangi rumah itu."

Menurut Ujang, inovasi lampu LED yang dikembangkan sejak 2008 telah dipasang di sekitar 300 ribu rumah di berbagai daerah di Indonesia serta diproduksi dengan melibatkan santri, pemuda, dan mantan narapidana yang telah mengikuti pelatihan keterampilan.

Ia mengungkapkan, "Sejak 2008, lampu ini sudah terpasang di 300 ribu rumah. Kami hadir untuk memperkuat program pemerintah membebaskan masyarakat dari kegelapan."

Penulis :
Ahmad Yusuf