
Pantau - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan mendorong optimalisasi potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Provinsi Lampung melalui penguatan investasi, teknologi, dan sumber daya manusia guna mempercepat transisi menuju energi bersih.
Pernyataan tersebut disampaikan Putri Zulkifli Hasan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Provinsi Lampung, Rabu (8/7/2026).
Potensi EBT Lampung Dinilai Belum Dimanfaatkan Maksimal
“Lampung ini sebetulnya memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang sangat besar. Berdasarkan data, potensinya mencapai sekitar 153 gigawatt yang terdiri dari panas bumi, PLTS, dan beberapa sumber energi lainnya. Tetapi yang sekarang berjalan itu belum sampai 1 gigawatt,” ungkap Putri Zulkifli Hasan.
Menurut Putri, pengembangan EBT tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan investasi yang memadai serta tenaga ahli yang mampu mengelola potensi energi di daerah.
“Karena memang kami juga mendorong adanya transisi menuju energi baru-terbarukan. Tentu diperlukan investasi, diperlukan juga ekspertis. Saya juga tadi bicara kepada Rektor Universitas Lampung (UNILA) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Provinsi Lampung, agar mendorong generasi muda kita betul-betul disiapkan sehingga bisa memanfaatkan potensi energi baru-terbarukan, menjadi engineer-engineer yang mampu memetakan potensi tersebut agar ke depannya energi baru dan terbarukan, khususnya di Provinsi Lampung, bisa tergali secara maksimal,” ujarnya.
Pemerataan Akses Listrik Tetap Menjadi Prioritas
Putri mengatakan rasio elektrifikasi di Provinsi Lampung telah mencapai lebih dari 99 persen, namun masih terdapat sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya menikmati akses listrik.
“Masih ada beberapa wilayah di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat, dan beberapa daerah lainnya yang belum teraliri listrik. Namun pemerintah terus memfokuskan program listrik masuk desa dan bantuan pemasangan listrik baru agar manfaat listrik benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Komisi XII DPR RI menilai pengembangan energi baru dan terbarukan serta pemerataan akses listrik harus berjalan beriringan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi yang berkeadilan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





