HOME  ⁄  Nasional

KI DKI Tegaskan Keterbukaan Informasi Publik Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KI DKI Tegaskan Keterbukaan Informasi Publik Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Foto: (Sumber :Ketua Bidang Kelembagaan Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta Aang Muhdi Gozali dalam kegiatan Visitasi Gabungan E-Monev Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-KI DKI Jakarta..)

Pantau - Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menegaskan keterbukaan informasi publik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak sekadar menjadi ajang meraih predikat dalam Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik.

Keterbukaan Informasi Harus Tingkatkan Pelayanan Publik

Ketua Bidang Kelembagaan KI DKI Jakarta Aang Muhdi Gozali mengatakan keberhasilan keterbukaan informasi tidak hanya diukur dari banyaknya dokumen yang dipublikasikan, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Keberhasilan keterbukaan informasi tidak hanya diukur dari banyaknya dokumen yang dipublikasikan, tetapi sejauh mana informasi tersebut memberikan manfaat dan berdampak bagi masyarakat."

Menurut Aang, partisipasi badan publik dalam E-Monev harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas layanan informasi publik secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, "Partisipasi badan publik dalam E-Monev bukan hanya soal memperoleh predikat, tetapi bagaimana hasil evaluasi menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik."

Aang juga mendorong badan publik menghadirkan inovasi penyampaian informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk informasi mengenai pengelolaan sampah di Jakarta yang disajikan secara terbuka, akurat, dan mudah dipahami.

Ia turut mengingatkan agar informasi publik dikemas lebih menarik melalui media konvensional maupun media sosial.

Ia mengatakan, "Jangan berhenti pada penyediaan dokumen. Kemas informasi secara menarik agar mudah dipahami, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan benar-benar memberikan manfaat."

Keterbukaan Informasi Jadi Budaya Kerja

Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur Nina Permata menegaskan keterbukaan informasi publik merupakan fondasi pemerintahan yang demokratis sekaligus menjamin hak masyarakat memperoleh informasi.

Menurut Nina, keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan, bukan hanya untuk memenuhi kewajiban administratif.

Ia menyampaikan setiap informasi publik harus tersedia secara cepat, mudah diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Nina juga menilai visitasi E-Monev merupakan sarana pembelajaran dan penguatan organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.

Ia mengungkapkan, "Kami berharap hasil evaluasi ini menjadi masukan yang objektif bagi seluruh badan publik agar terus meningkatkan implementasi keterbukaan informasi publik secara konsisten, sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik."

Penulis :
Ahmad Yusuf