
Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong percepatan pengembangan desa wisata melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (9/7).
Pemerintah dan Swasta Didorong Berkolaborasi
Chusnunia mengatakan pemerintah perlu memperkuat dukungan terhadap desa wisata melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk dengan alokasi anggaran yang memadai.
Ia mengungkapkan, "Kita dorong adanya fasilitasi dari pemerintah, termasuk apabila memungkinkan melalui bantuan anggaran untuk sarana dan prasarana desa wisata."
Selain itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan besar menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada desa wisata, terutama yang masih berada pada tahap rintisan.
Ia menjelaskan, "Kita juga mendorong keterlibatan pihak swasta melalui program CSR perusahaan-perusahaan besar agar masuk ke desa wisata. Kalau hanya mengandalkan kemampuan yang ada, proses dari desa rintisan menjadi berkembang hingga mandiri tentu akan memakan waktu lebih lama."
Aspirasi Bangli dan Dukungan Tahun 2027
Dalam kunjungan tersebut, Chusnunia juga menyoroti aspirasi Pemerintah Kabupaten Bangli terkait peran strategis daerah sebagai kawasan resapan air.
Ia mengatakan, "Terkait aspirasi Bangli sebagai kawasan resapan air, nanti akan kita koordinasikan dengan komisi yang membidangi persoalan tersebut."
Chusnunia menambahkan Komisi VII DPR RI akan terus mendorong dukungan konkret dari pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, dalam pembahasan program dan anggaran tahun 2027.
Ia menegaskan, "Kita berharap ada bantuan nyata dari pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata. Untuk 2027 akan terus kita dorong melalui Komisi VII."
- Penulis :
- Aditya Yohan





