
Pantau - Peneliti Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Dr. Ratih Luhuring Tyas, berhasil mengembangkan metode analisis keselamatan reaktor nuklir yang lebih komprehensif melalui disertasi berjudul "Pengembangan Metode Identifikasi Initiating Event (IE) untuk Analisis Keselamatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)", dengan memperkenalkan metode Integrated Logic Deviation Failure Method (ILDFM).
Metode ILDFM Tingkatkan Identifikasi Risiko Reaktor
Metode ILDFM dirancang untuk mengidentifikasi initiating event atau peristiwa awal yang berpotensi memicu kecelakaan pada sistem reaktor nuklir sejak tahap perancangan.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, metode ini menggabungkan analisis logika sistem, penyimpangan operasi, dan potensi kegagalan alat sehingga mampu memetakan risiko secara lebih menyeluruh.
Dekan FTUI Kemas M. Ridwan Kurniawan mengungkapkan, "Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode analisis keselamatan nuklir, khususnya pada aspek identifikasi risiko sejak tahap awal desain dan operasi sistem reaktor."
Ia menambahkan bahwa kehadiran metode ILDFM menunjukkan riset FTUI tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan teknologi strategis dan peningkatan standar keselamatan.
Telah Diuji dan Ajukan Paten
Metode ILDFM telah diuji menggunakan data reaktor rujukan internasional HTR-10 dan diterapkan pada desain reaktor nasional PeLUIt-40 berbasis teknologi High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR).
Hasil pengujian menunjukkan metode tersebut mampu mengidentifikasi risiko secara lebih luas, termasuk mengantisipasi faktor kelalaian manusia (human error) dan bahaya internal seperti kebakaran, sejalan dengan rekomendasi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Penelitian ini juga menghasilkan pengajuan paten sederhana serta hak cipta untuk perangkat lunak visualisasi bernama ILDFM-Viz.
Pengembangan metode tersebut diharapkan dapat memperkuat keselamatan reaktor nuklir sejak tahap perancangan sehingga mendukung penyediaan energi yang aman, bersih, dan efisien bagi masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





