HOME  ⁄  Nasional

Wamen Nezar Tekankan Humas Harus Terapkan Standar Etik dalam Pemanfaatan AI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamen Nezar Tekankan Humas Harus Terapkan Standar Etik dalam Pemanfaatan AI
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria memberikan pidato saat membuka kegiatan Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Sabtu (11/7/2026). ANTARA/Pamela Sakina/pri..)

Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan profesi hubungan masyarakat (Humas) harus mampu mengadopsi teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dengan tetap berpegang pada standar etik di tengah perubahan lanskap komunikasi publik yang semakin kompleks.

Humas Dituntut Adaptif di Era AI

Nezar menyampaikan hal tersebut saat membuka Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Sabtu, sebagai rangkaian menuju Konvensi Humas Indonesia yang akan digelar pada 17-18 Oktober 2026 di Surakarta.

Ia mengungkapkan, "Karena itu saya kira humas punya tantangan yang besar bagaimana mengadopsi teknologi AI ini sesuai dengan standar etik, dan juga memberikan kontribusi semacam praktik baik dalam mengelola pekerjaan komunikasi publik berdasarkan standar etik."

Menurutnya, Kementerian Komunikasi dan Digital mendukung penyelenggaraan Konvensi Humas Indonesia 2026 serta mendorong Perhumas menjadikan forum tersebut sebagai ruang membahas berbagai isu kontemporer, khususnya perkembangan teknologi AI dalam dunia komunikasi publik.

Nezar menilai AI kini semakin banyak dimanfaatkan dalam pekerjaan komunikasi, namun di sisi lain juga digunakan untuk menghasilkan disinformasi, misinformasi, hingga berbagai bentuk penyalahgunaan informasi.

Ia menambahkan, "Peran humas menjadi sangat penting ketika noise yang begitu besar dalam lanskap komunikasi kita pada hari ini, dan juga disinformasi, misinformasi, fitnah, ujaran kebencian itu begitu deras, hadir lewat gawai yang kita punya," ungkapnya.

Perhumas Dorong Penguatan Kepercayaan Publik

Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto mengatakan Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 menjadi langkah awal memperkuat masa depan profesi humas di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Ia mengungkapkan, "Di era yang penuh perubahan yang begitu cepat, AI, informasi yang juga bergerak tanpa batas, disinformasi menyebar semakin masif, reputasi yang dibangun bertahun-tahun bisa berubah hanya dalam hitungan menit. Dan di tengah semua itu, kepercayaan menjadi sesuatu yang semakin mahal nilainya, di sini lah peran humas menjadi semakin strategis."

Boy menjelaskan tema "Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Bangsa" dipilih karena humas kini tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi penjaga kepercayaan sekaligus jembatan antara institusi dan publik.

Konvensi Humas Indonesia 2026 mengusung tema "Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakan Bangsa (A Festival Trust and Influence)" dan akan menjadi forum kolaboratif yang mempertemukan praktisi, akademisi, media, pemangku kepentingan, serta generasi muda untuk memperkuat kepercayaan sebagai modal kemajuan bangsa.

Penulis :
Ahmad Yusuf