
Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan festival film keluarga dapat menjadi cara baru untuk mengenalkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) kepada masyarakat melalui pendekatan kreatif yang melibatkan keluarga, kreator, dan industri.
Menurut Nezar, karya audiovisual lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mampu mendorong tumbuhnya ekosistem konten digital yang aman bagi anak.
"Kegiatan seperti ini bisa menjadi model sosialisasi PP TUNAS. Pesan tentang perlindungan anak tidak hanya disampaikan melalui regulasi, tetapi juga melalui pengalaman yang menyenangkan, melibatkan keluarga, kreator, dan industri secara bersamaan," ujarnya.
Pendekatan Kreatif Dukung Pelindungan Anak
Nezar menilai kepatuhan terhadap PP TUNAS tidak hanya diwujudkan melalui penguatan fitur keamanan pada platform digital, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang mengajak masyarakat memahami pentingnya pelindungan anak di ruang digital.
Ia menyebut Netflix sebagai salah satu Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang telah menerapkan pendekatan tersebut melalui penyelenggaraan festival film keluarga.
Sebagai PSE, Netflix menghadirkan pengalaman digital yang aman bagi anak melalui penerapan pembatasan usia serta penyediaan konten yang sesuai untuk anak.
Festival tersebut juga menghadirkan pemutaran film karya sineas Indonesia serta berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan keluarga, anak-anak, dan pelaku industri kreatif.
"Netflix mendekati regulasi ini secara kreatif dan inovatif. Selain menghadirkan fitur pelindungan anak, mereka juga membuka ruang bagi para kreator untuk menghasilkan konten yang aman, sehat, edukatif, dan inspiratif," ungkapnya.
Nezar berharap kolaborasi serupa dapat dicontoh dan diperluas oleh PSE lain yang beroperasi di Indonesia.
Implementasi PP TUNAS Terus Dievaluasi
Nezar mengatakan pemerintah terus mendorong setiap PSE tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga berkontribusi membangun budaya digital yang sehat melalui inovasi dan kolaborasi.
Ia menyampaikan implementasi PP TUNAS hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang positif berdasarkan pelaporan yang diterima pemerintah.
Berbagai platform digital telah menghadirkan fitur pelindungan anak berupa akun khusus anak, kontrol orang tua, serta mekanisme pembatasan akses sesuai kelompok usia.
"Kami berterima kasih kepada seluruh platform yang bersikap kolaboratif. Saat ini berbagai platform media sosial maupun layanan digital sudah menyediakan fitur-fitur khusus untuk anak dan mulai memperkuat pembatasan akses berdasarkan usia," katanya.
Nezar menambahkan pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan setiap PSE memenuhi ketentuan dalam PP TUNAS sekaligus meningkatkan kualitas pelindungan anak di ruang digital.
"Kami berharap evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat terus meningkatkan kinerja setiap platform sehingga pelindungan anak di ruang digital semakin efektif," tuturnya.
- Penulis :
- Gerry Eka





