HOME  ⁄  Nasional

FIKP Unhas Edukasi Nelayan Bulukumba Terapkan Pengayaan Bibit Rumput Laut untuk Tingkatkan Produktivitas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

FIKP Unhas Edukasi Nelayan Bulukumba Terapkan Pengayaan Bibit Rumput Laut untuk Tingkatkan Produktivitas
Foto: (Sumber :Dosen Prodi Budidaya Perairan FIKP Unhas bersama masyarakat pembudidaya rumput laut usai penyampaian materi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gedung Ammatoa, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. ANTARA/HO-Unhas..)

Pantau - Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengenai teknik pengayaan bibit rumput laut untuk menghasilkan bibit unggul dengan daya tahan tinggi dan kualitas yang lebih stabil.

Pengayaan Bibit Dinilai Mampu Pulihkan Kualitas Rumput Laut

Dosen Program Studi Budidaya Perairan FIKP Unhas Dr. Badraeni mengatakan penggunaan bibit dari sisa panen secara berulang menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas rumput laut dan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit.

"Fokus utama kita adalah teknik pengayaan rumput laut dengan tidak mendaur ulang hasil panen. Inovasi pengayaan bibit ini sebelumnya sudah berhasil kita uji coba secara langsung di Kabupaten Takalar dan terbukti secara signifikan mampu memulihkan kualitas rumput laut," ungkap Badraeni.

Ia menjelaskan metode tersebut dilakukan dengan memberikan perlakuan nutrisi secara terukur kepada bibit sebelum ditanam agar jaringan sel kembali prima.

Pendekatan itu memungkinkan bibit menyerap unsur hara secara maksimal sehingga hasil panen menjadi lebih optimal, padat, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Unhas Perkenalkan Selada Laut sebagai Komoditas Alternatif

FIKP Unhas juga mendorong para pembudidaya rumput laut di Bulukumba mengadopsi standar pengayaan bibit untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka.

Selain membahas pengayaan bibit rumput laut, Badraeni turut memperkenalkan selada laut atau Ulva sebagai komoditas pesisir yang memiliki prospek menjanjikan.

Menurutnya, meski belum menjadi fokus utama, Ulva berpotensi dikembangkan karena memiliki siklus panen yang lebih cepat dan permintaan yang tinggi dari sektor industri.

Penulis :
Aditya Yohan