
Pantau - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang mengoptimalkan media informasi digital, pelayanan terpadu, serta respons aktif terhadap pengaduan masyarakat, meski masih memberikan sejumlah catatan untuk perbaikan layanan.
Digitalisasi Layanan Haji Dinilai Berjalan Baik
Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher mengatakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menunjukkan kinerja yang baik dalam menangani pengaduan masyarakat melalui aplikasi Kawal Haji.
"Aplikasi tersebut sudah sangat baik dalam kategorisasi aduan per layanan," ujar Nuzran.
Ombudsman juga mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji yang berlangsung pada masa transisi kelembagaan.
Selain itu, inovasi layanan Immigration Seamless Process di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, serta penambahan layanan Makkah Route di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dinilai mampu mempercepat proses imigrasi dan menghemat waktu pelayanan.
Meski demikian, Ombudsman masih menemukan sejumlah persoalan di beberapa asrama haji dan bandara embarkasi maupun debarkasi berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi Kawal Haji.
Nuzran menyarankan adanya standardisasi prosedur dan kepastian waktu penyelesaian pengaduan yang terintegrasi dengan SP4N-LAPOR! agar seluruh proses terdokumentasi secara akuntabel.
Ombudsman Minta Pelayanan Haji Terus Ditingkatkan
Ombudsman memberikan tiga catatan utama untuk peningkatan pelayanan haji pada masa mendatang.
Pertama, kualitas pelayanan dinilai belum merata.
Kedua, penerapan prinsip pelayanan publik, terutama pada aspek kepastian layanan, akuntabilitas, dan perlindungan kelompok rentan, masih perlu ditingkatkan.
Ketiga, sistem pengendalian mutu pelayanan dinilai belum berjalan secara optimal.
"Kami harap penyelenggaraan haji dapat lebih baik lagi di masa yang akan datang," tuturnya.
Nuzran juga mengingatkan bahwa pengawasan terhadap pelayanan haji tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat.
Ia menilai banyaknya perhatian publik terhadap penyelenggaraan haji menjadi dorongan agar kualitas pelayanan terus ditingkatkan karena kesalahan kecil sekalipun dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





