
Pantau - SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura dipastikan mewakili Provinsi Papua pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional di Jakarta setelah meraih Juara I pada Babak Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua yang digelar di Gedung LPTQ Provinsi Papua, Sabtu (11/7/2026).
Tim dari Grup C tersebut meraih nilai tertinggi, yakni 125 poin, berdasarkan akumulasi penilaian dari sesi Wawasan Empat Pilar MPR RI, Tematik Empat Pilar MPR RI, dan Rebutan.
Grup A dari SMAN 2 Jayapura menempati posisi kedua dengan 95 poin, sedangkan Grup B dari SMAN 1 Arso memperoleh 90 poin.
"Dengan demikian, SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura menjadi pemenang Babak Final LCC Empat Pilar MPR Tingkat Provinsi Papua. Selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum berhasil tetap semangat karena semua peserta adalah pemenang," ujar Dewan Juri Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E.
Babak final turut dinilai oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Yapis Papua, Dr. Najamuddin Gani, S.H., M.H., serta Dosen Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Cenderawasih, Dr. Petrus Irianto, S.H., M.Pd., M.H.
Persiapan Menuju Tingkat Nasional
Kepala SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, Cornelia Ragainaga, S.Pd., M.Pd., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil seleksi internal dan pembinaan intensif bersama guru pendamping.
"Kami memberikan pendampingan khusus kepada anak-anak. Guru pendamping memiliki strategi agar mereka mampu mengambil inti dari soal-soal yang panjang sehingga lebih mudah menentukan jawaban. Hari ini saya melihat mereka mampu menerapkan strategi itu secara konsisten," ungkapnya.
Cornelia menyatakan sekolah akan meningkatkan intensitas latihan dengan memperdalam materi Empat Pilar MPR RI, mengaitkannya dengan isu-isu aktual, serta membangun kepercayaan diri siswa menjelang kompetisi nasional.
"Kami akan menunjukkan bahwa Papua juga mampu bersaing di tingkat nasional. Anak-anak akan lebih banyak berlatih, memperdalam materi Empat Pilar MPR RI, mengaitkannya dengan persoalan-persoalan aktual, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan proses pembinaan sempat menghadapi kendala karena guru pendamping utama berhalangan mendampingi akibat berduka, namun latihan tetap berlangsung dengan dukungan seluruh pihak di sekolah.
"Harapan kami tentu bisa memberikan hasil terbaik. Kami membawa nama Provinsi Papua, sehingga kami berharap anak-anak tetap sehat, fokus, dan mampu memberikan yang terbaik di tingkat nasional," tuturnya.
Tim Ingin Buktikan Papua Mampu Bersaing
Salah satu anggota tim, Christio Imannuel Chau, mengatakan persiapan lomba dilakukan selama hampir dua bulan dengan mempelajari materi Empat Pilar MPR RI, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbagai materi kebangsaan lainnya.
"Awalnya kami masih sangat buta mengenai pasal-pasal yang harus dipelajari. Tetapi puji Tuhan, kami bisa menghafal dan memahami materi dengan baik sehingga mampu menjawab pertanyaan saat lomba," katanya.
Christio mengakui timnya menghadapi berbagai tantangan selama persiapan, mulai dari keterbatasan pendamping, kendala transportasi, hingga salah satu anggota yang sempat mengalami gangguan kesehatan.
"Guru pendamping utama kami berhalangan hadir sehingga kami harus lebih mandiri dalam belajar. Meski ada berbagai kendala, puji Tuhan semuanya bisa kami lalui dengan baik," ungkapnya.
Menurut Christio, sesi rebutan menjadi bagian paling menantang karena setiap jawaban yang keliru dapat mengurangi nilai tim.
"Di babak rebutan kami harus benar-benar yakin sebelum menjawab karena kalau salah nilainya berkurang. Itu yang membuat kami harus berhati-hati sekaligus cepat mengambil keputusan," ucapnya.
Menghadapi LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional, tim bertekad memperkuat pemahaman materi agar mampu membawa nama baik sekolah dan Provinsi Papua.
"Kami akan lebih banyak menganalisis materi, bukan hanya menghafal. Kami ingin memberikan yang terbaik, membawa nama baik sekolah, dan membanggakan Provinsi Papua di tingkat nasional," katanya.
Keberhasilan SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Papua untuk terus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan melalui LCC Empat Pilar MPR RI.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





